Di Garut Pengidap HIV Atau AIDS Meningkat

195
Foto: ilustrasi net
Foto: ilustrasi net
    KF.-Warga di Kabupaten Garut yang terpapar Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) kini meningkat. Tak hanya remaja, tetapi ditemukan pula dikalangan suami-istri dan ibu rumah tangga. Ketua Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Guntur Yana Hidayat mengatakan, berdasarkan data pada tahun ini peningkatan pasen terpapar HIV/AIDS mencapai 61 orang “Data itu masuk sampai bulan September, sedangkan untuk Oktober dan November belum terekap,” katanya saat ditemui di kantornya Rabu (16/11/2016).

    Menurutnya, meskipun belum masuk pada laporan rekapitulasi namun di bulan Oktober dan November saja sudah mendapat data tambahan sebayak 10 orang yang terpapar HIV/AIDS.”Jadi dari data yang direkam sejak tahun 2007 sampai sekarang tercatat 507 orang terpapar HIV/AIDS dan sebanyak 169 orang di antaranya meninggal dunia” ucapnya

    Lebih jauh dikatakan Guntur, bahwa kali ini justru yang terpapar HIV/AIDS lebih banyak ditemukan pada kalangan ibu rumah tangga maupun suami dan anaknya. Sementara untuk Pekerja Seks Komersial (PSK) wanita hanya ditemukan dua kasus. “Kami juga sempat kaget di Garut itu trend nya memang ibu rumah tangga dan anak-anak yang terpapar HIV itu,” Ujarnya.

    Lanjutnya kebanyakan, HIV itu dibawa oleh sang suami yang sering kali melakukan hubungan diluar nikah, yang ahirnya sang suami itu terpapar HIV lalu dibawa ke rumahnya dan ditularkan ke istri dan anaknya. “Kasusnya kebanyakan para suami “jajan” diluar kota lalu membawa HIV-AIDS ke rumah, dan menularkan ke anak-anaknya melalui air susu ibu,” ungkapnya.

    Sementara, kasus laki seks laki (LSL) juga menyumbang data yang cukup signifikan. Karena kebanyakan penyimpangan seks juga cukup banyak ketimbang hubungan seks secara normal. “Justru yang lebih memprihatinkan adalah yang sama perempuan suka, yang sama lelaki juga suka, ACDC lah,” katanya. Kasus tersebut hampir ditemukan diseluruh kecamatan di Kabupaten Garut. Dari peta yang dibuat oleh KPA saja. Beberapa kecamatan yang awalnya putih (tidak ditemukan kasus HIV) sekarang menjadi merah (ditemukan kasus HIV). Untuk sementara ini, Kabupaten Garut sendiri masih berada di rengking ke 15 di Jawa Barat. “Rengking ini naik dari tahun lalu yang awalnya di ranking 16. Sedangkan untuk ranking pertama sendiri masih dipegang oleh kota Bandung.” tuturnya.(dra R)

BAGIKAN