Di Tangan Emak-emak dan Sejumlah Mahasiswa Uniga, Sampah Bisa di Ubah Menjadi Berkah.

209
Ket foto : Sampah yang diubah menjadi kerajinan tangan yang bisa dijadikan berkah.

GARUT, (KF).- BERAGAM Inovasi dimunculkan masyarakat untuk mengatasi persoalan sampah. Di Garut, ada sekelompok emak-emak yang mengolah sampah menjadi berkah dengan menjadikannya kerajinan tangan yang unik.

Mereka berada di Kampung Leuwi Gugur, Desa Cintaasih, Kecamatan Samarang. Ibu rumah tangga di sini menyikapi permasalahan sampah dengan mengolahnya sendiri.

Ide pengolahan sampah menjadi kerajinan itu diinisiasi sejumlah mahasiswa Universitas Garut yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tempat itu.

“Masyarakat di sini sudah punya bank sampah, jadi sampah sudah bersih. Kami hanya memberikan ide untuk mengolahnya menjadi kerajinan agar sampah bisa jadi berkah,” ujar salah seorang mahasiswa Uniga, Hakim Ghani, kepada wartawan Jumat (08/02/2019).

Beragam kerajinan dihasilkan, mulai dari tempat tisu dari kemasan kopi, hingga tempat pensil yang dibuat dari sampah bekas air mineral. Hakim mengatakan, program tersebut mulai berjalan beberapa hari terakhir.

“Kami mengapresiasi kesadaran menjaga lingkungan yang mulai tumbuh di masyarakat di sini,” katanya.

Program ini kedepannya diharap bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi emak-emak Leuwi Gugur.

Mahasiswa berharap agar pemerintah terkait bisa memberikan pelatihan berkesinambungan kepada masyarakat, termasuk menyiapkan pasar bagi masyarakat untuk menjual kerajinannya.

“Meskipun saat ini belum menghasilkan uang bagi masyarakat, kami yakin jika ditekuni terus ini merupakan potensi yang menjanjikan. Karena modalnya hanya dari sampah,” pungkas Hakim. (***)

Editor : Yusuf Akbar

BAGIKAN