Dianggap Mengganggu Kenyamanan dan Keselamatan, Billboard Milik Anggota DPRD Propinsi Disoal Warga ?

68

Kota Tasikmalaya,(KF).- Billboard Raksasa yang melintas di Jl Dr.Soekardjo (Dokar) Simpang Lima Kota Tasikmalaya, kini mulai Disoal Warga sekitar. Selain mengancam keselamatan dan mengaganggu kenyamanan warga, Billboard milik salah satu Anggota DPRD Propinsi Jabar asal Tasikmalaya itu, kini sedang dalam pembongkaran yang dikerjakan setiap jelang tengah malam tiba.

“Jujur saja pengerjaan pembongkaran Billboard yang dikerjakan tengah malam, sangat menganggu warga sekitar termasuk keluarga saya, desingan suara besi yang dibuka ditengah malam menimbulkan suara bising, membuat kita istirahat kami jadi terganggu, ” ungkap Wildan (49) Warga RT.02 RW.01 Kel.Panglayungan Kec.Cipedes Kota Tasikmalaya, kepada koran-fakta.com Sabtu (3/3/2018) dinihari tadi.

Lebih lanjut Wildan menceritakan, bangunan Billboard ini milik seoarang Anggota DPRD Propinsi Jabar bernama IS. Dan Billboard berukuran raksasa itu sudah berdiri sejak 2006. Kebetulan tiang bangunan besinya tepat berada didepan rumahnya.

Selama kurang lebih 12 tahun itu, masih kata dia, pemilik Billboard ini tidak pernah memperhatikan warga yang terkena dampak, apalagi kompensasi ke warga RT.1 maupun RT.02. “Padahal selama 12 tahun, saya lihat iklan di Billboard itu sering gonta-ganti,berarti sudah banyak beberapa perusahaan menggunakan layanan Billboard itu, saya rasa uang sewa dari layanan iklan itu nilai pemasukannya bisa mencapai ratusan juta bahkan Milyar barangkali,” ujar Wildan.

Menurut keterangan lainnya, pembongkaran Billboard itu, sekarang tidak akan melintas ketengah jalan raya, karena melanggar aturan tata kota. Posisi Billboard kini hanya berdiri dengan satu bangunan tiang, dan tetap berdiri diatas trotoar bangunan milik rumah Wildan, kata salah seorang pekerja.

Dengan merubah posisi itu, otomatis beban dan faktor keselamatan serta keamanan, kini menjadi resiko yang akan ditanggung oleh keluarga Wildan, Misalkan kekhawatiran tiang Billboard itu roboh karena bencana atau karena hal lainnya, bisa saja terjadi kapan saja.

“Pokoknya kami bersama warga sekitar akan menolak dan jangan harap akan memberi ijin, kecuali pemilik bangunan Billboard dalam hal ini IS mau mendengarkan serta memperhatikan kekhawatiran dan keluhan kami. Pokoknya jika tidak jelas urusannya, seperti yang sudah sudah apalagi tak ada kesepakan kompensasi, selain menolak saya minta bangunan tiang itu, dibongkar saja,” tegas Wildan.

Dari pantauan koran-fakta.com dilokasi, hingga pukul 00.54 WIB Sabtu (3/3/2018) dinihari, pengerjaan pembongkaran Billboard itu masih terus dikerjakan tanpa ada pengamanan yang maksimal baik bagi para pekerja maupun keamanan para pengendara kendaraan yang melalui jalur Dokar.

Penulis : Tono Efendi
Editor : Van’s