Diduga Melakukan Pemerasan, Tiga Oknum Wartawan Digiring Aparat Kepolisian.

176
Ket foto: Oknum Wartawan saat bersama Kabip Pemdes di Desa Margalaksana

Jurnalis : Indra R


GARUT, (KF).-
DIDUGA Melakukan pemerasan salah seorang kepala Desa. Tiga oknum yang mengaku dirinya wartawan dari sebuah surat kabar, digiring aparat ke Polisian resort Garut. Bersama barang buktinya sebesar 4 Juta Rupiah.

Kejadian tersebut dilakukan oknum tersebut di Desa Margalaksana, kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawabarat. Rabu 10 Januari 2018.

Sebelumnya, Oknum tersebut meminta uang dengan dalih temuan-temuan dana desa, ” Sebelumnya pernah dikasih satu juta, kemudian kita pancing lagi karena oknum tersebut meminta uang 10 juta, namun karena ada uang 4 juta kita pancing, kemudian pelaku datang pas mereka membawa uang yang jumlahnya 4 juta kita sergap,” ucap Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada DinasPemberdayaan Masyarakat dan Desa ( DPMD) Kabupaten Garut, Asep Mulyana saat ditemui wartawan.

Tiga oknum wartawan itu kini tengah diperiksa penyidik Unit Sat Reskrim Kepolisian Resor Garut setelah diduga memeras Kepala Desa Margalaksana, Kecamatan Cilawu.

Terpisah, salah seorang Kepala Desa di Kecamatan Banyuresmi, Iwan Ridwan mengaku, tak hanya Kepala Desa Sukamenak yang diperas, bahkan beberapa kepala desapun sempat mengalami hal yang sama.

“Pelaku sudah berulang kali melakukan dugaan pemerasan kepada sejumlah kepala desa yang ada di Kabupaten Garut, sehingga para kades merasa gerah dengan ulah oknum wartawan tersebut,” ujar Iwan Ridwan, Kepala Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Rabu (10/01) malam, di Mapolres Garut.

Berdasarkan pantauan wartawan dilapangan, sejumlah kepala desa di Garut itu hingga Kamis (11/01) tengah malam masih berkumpul di Mapolres Garut guna memberikan dukungan moral kepada Kades yang sedang diperiksa. Tampak hadir ditengah-tengah Kepala Desa, Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Garut, Dede Kusdinar, dan Ketua Parade Nusantara, Tedy Rohendi. Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan para saksi. 

Editor: Van’s

BAGIKAN