Diduga Pekerjaan Tak Profesional, Pagar Rumah Warga “Ambrol” Akibat Proyek Gorong Gorong

239

Jurnalis : Tono Efendi

TASIKMALAYA (KF) – Proyek drainase alias gorong gorong Dinas PUPR Kota Tasikmalaya, di Jl.Paseh- Sabanda Sariksa Tuguraja Kota Tasikmalaya, kembali jadi sorotan.Sebelumnya warga pengguna jalan dikeluhkan akibat sisa Brangkal dan bahan material ditumpuk dibahu jalan, sehingga dampaknya jadi biang kemacetan setiap hari di jalur Paseh yang dikenal ramai dan padat,  kini muncul kembali permasalahan. Warga di Jalur ini dibuat kesal, diduga dalam pengerukan gorong gorong kurang profesional, yang berakibat rubuhnya pagar rumah warga.

Kejadian ambrolnya pagar rumah warga ini dialami Orang tua H.Gani Prihadi, pemilik rumah yang pagarnya ikut ambrol akibat kerukan gorong gorong drainase didepan rumahnya, beberapa Minggu lalu.

“Rorompok simkuring pager na dugi ka ambrol, Nyebatna mah bade digentosan, henteu mah diudag dugi kamana oge…”, ucapnya H.Gani Prihadi dengan nadabkesal, putra pemilik Agen Koran Ternama di Jl.Paseh Tuguraja Kota Tasikmalaya ini, kepada koran-fakta.com, Senin (30/10/2017) malam.

Bahkan dirinya, meminta pihak Dinas PUPR Kota Tasikmalaya  dan rekanan proyek segera memperbaiki pagar rumahnya.

Pantauan koran-fakta.com di lokasi tersebut, Selasa (31/10/2017) pagi tadi, di Jl. Paseh ini ada sekitar dua rumah milik warga yang pagarnya ambrol. Kegiatan proyek gorong gorong yang dikerjakan oleh CV.FANNISA TANJUNG dengan nilai Rp.787.148.000,- dari sumber anggaran APBD I Propinsi Jawa Barat. Sampai berita ini dirilis belum ada keterangan dari pihak pemborong atau petugas pelaksana. Namun menurut Kasie Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Tasikmalaya Indra Risdianto,ST, kepada media sebelumnya mengungkapkan, keluhan keluhan itu telah disampaikan berupa teguran secara lisan beberapa kali ke pihak pemborong tersebut.

BAGIKAN