Diduga Rawan Uang Pelicin, PPDB Jalur Non NHUN di SMA 5 Kota Tasik, Dipertanyakan ?

157

KOTA TASIKMALAYA, (KF).- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 5 Kota Tasikmalaya, khususnya jalur Non NHUN (Nilai Hasil Ujian Nasional) disinyalir meninggalkan kesan kurang sedap. Bahkan beberapa tudingan miring sempat digelontorkan oleh masyarakat terhadap salah satu sekolah favorit di Kota Tasikmalaya itu.

Salah satu sumber koran-fakta.com menyebutkan, bahwa PPDB Non NHUN jalur WPS (Warga Penduduk Setempat) disinyalir rawan adanya permainan bahkan diduga jalur ini rawan dengan praktek uang pelicin.

“Kalau mau aturan jalur WPS ditegakkan, pasti banyak calon murid yang tidak diterima di SMA 5, massa aturan yang menyebutkan calon peserta Didik menurut Kartu Keluarga harus menetap minimal 6 bulan, ini baru 3 bulan menetap bisa diterima jalur WPS disekolah tersebut, ada permainan apa ini ?,” Ungkap salah satu orang tua murid asal Kelurahan Tuguraja kepada koran-fakta.com yang enggan disebut jatidirinya.

Memang dari beberapa data yang berhasil diperoleh koran-fakta.com, ada sekitar lima calon peserta Didik yang diterima jalur Non NHUN di SMA 5 Kota Tasikmalaya, yang diketahui keluar dari aturan jalur WPS tapi diterima menjadi siswa baru sekolah tersebut.

Sementara itu Wakasek Kesiswaan SMA 5 Kota Tasikmalaya, Angkasa menampik jika PPDB Non NHUN di sekolahnya terjadi permainan. Menurutnya, PPDB di SMA 5 Kota Tasikmalaya telah sesuai prosedur dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

“Di SMA 5 jalur NHUN yang diterima ada 174 siswa, sementara jalur Non NHUN sekitar 300 lebih. Termasuk jalur WPS yang diterima di sekolah ini sesuai aturan, jadi pihak sekolah hanya menginput data, masalah jalur WPS yang menentukan itu pihak propinsi bukan sekola,” terang Angkasa kepada wartawan , Senin (16/7/2018) pagi tadi.

Bahkan Angkasa kepada wartawan untuk menanyakan langsung ke pihak Disdik propinsi dalam hal ini pihak KCD Propinsi Jabar Wilayah XII di jalan Gudang Jero Kota Tasikmalaya.

Terpisah Kepala KCD Pendidikan Propinsi Jawa Barat Wilayah XII, Drs.Diding Gustardy,M.Pd saat ditemui di Kantor KCD Jl Gugang Jero, Cipedes Kota Tasikmalaya, Senin (16/7/2018) siang tadi, menurut staf nya Hakim, sedang tidak ada ditempat.

“Bapak KCD kebetulan masih ada diluar kota, nanti kalau datang saya beritahu pesan bapak, soalnya saya tidak mempunyai kapasitas menjawab pertanyaan rekan rekan media, minimal pa Kasie yang bisa menjawab,” ucap Hakim kepada wartawan.

Jurnalis : Tono Efendi

Editor. : Van’s

BAGIKAN