Dikeluhkan Warga, Proyek Gorong Gorong Jl.Dokar Terancam Molor ?

152

Jurnalis : Tono Efendi

Tasikmalaya, (KF)- Sudah hampir sebulan pekerjaan gorong gorong di Jl.Dr.Sukardjo (Dokar) dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya pasca Event Tasik Oktober Festival, proyek ini terkesan lamban dalam pekerjaan. Tidak sedikit warga yang mengeluhkan pekerjaan akibat gorong gorong yang disertai tumpukan Brangkal dan bahan material menumpuk dibahu jalan. Bahkan di jalur ini ada dua warung nasi yang sudah sebulan tidak bisa berdagang akibat jalan terhalang gorong gorong yang masih mengangga. Bahkan beberapa waktu lalu, sebuah mobil sempat masuk kedalam gorong gorong ini.

“Pokoknamah usaha abdi turun drastis, ieu nu sabelah abdi dua warung nasi sempat lumpuh dan tutup sejak sebulan ini”, ungkap seorang ibu yang berdagang di Jl.Dokar ini yang enggan disebut namanya kepada Jurnalis koran-fakta.com, Selasa (7/11/2017) sore.
Bahkan ibu ini menyeaalkan sikap pemborong proyek ini tidak kulonuwun saat mulai dikerjakan gorong gorong ini.

Hal senada juga sempat dilontarkan pemilik toko di samping Gedung Dakwah. “Manawi bapak pengawas proyek, abdi mah rudet ieu gorong gorong iraha berwarna tos sabulan di antep, pelanggan abdi jadi alimen hoream liren balanja ka toko abdi ayena, pokoknamah omset penjualan turun drastis”, ucap pedagang ini dengan nada kesal.

Bahkan Isyu yang merebak, untuk meredam kekesalan warga, setiap hari Kamis, Ketua RW dan Karang Taruna setempat diberi uang Rp.225 ribu oleh si Pemborong. Namun hal ini di tampik oleh Pelaksana proyek, Genta. Menurutnya uang yang diberikan hanya untuk membantu kas RW. “Awalnya pa RW menolak diberi uang Rp.225 ribu setiap Kamis, tujuannya untuk membantu kas RW bukan nyogok, dan akhirnya diterima bersama karang taruna setempat”, ujar Lelaki bertubuh tambun ini kepada koran-fakta.com dilokasi proyek, Selasa sore tadi.

Proyek fisik Dinas PUPR Kota Tasikmalaya yang berupa pembangunan drainase (gorong-gorong)  rehabilitasi trotoar Jalan Dokter Sukardjo
dengan dana DAU Kota Tasikmalaya yang nilainya Rp. 1.476.412.000,-  hingga pertengahan Nopember masih terlihat mangkrak. Lambannya  proyek fisik yang dikerjakan oleh CV. Gema Karya Abadi itu, jika dilihat sesuai kontrak 18 September 2017 dengan masa waktu 90 hari kerja, harus sudah selesai pada 18 Desember 2017 harus sudah rampung. Sementara pantauan koran-fakta.com dilapangan pengerjaannya baru sekitar 35 persen.

Kegiatan pengerjaan ini tidak sedikit membuat sejumlah kalangan  pesimis proyek tersebut akan selesai sesuai jadwal (molor), mengingat hanya tersedia waktu normal tinggal 41 hari kedepan.

Sementara itu Kasie Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Indra Risdianto,ST saat dihubungi melalui Whats App, Selasa (7/11/2016) siang, hingga berita ini diturunkan, belum memberikan tanggapan.

Editor: Iwan

BAGIKAN