Diperlakukan Tak Adil, Atlet Taekwondo Curhat Ke Walikota Tasikmalaya

135
Foto istimewa oleh koran-fakta.com

Koran-Fakta.com (KF). – Jelang digelarnya Tournament Taekwondo Walikota Cup 2019, yang rencana akan digelar Sabtu (9/11/2019) besok dan dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Tasikmalaya Drs.H.Muhamad Yusuf, ternyata muncul permasalahan dengan di tolaknya beberapa atlet asal Kota Tasikmalaya yang dilarang mengikuti kejuaraan tersebut.

Ketiga atlet yang masing bersekolah di SMA Negeri 2 Kota Tasikmalaya ( Raysa azahra dan
Alifa Nur Maylasari Dewi Rahma), serta M fauzan Agdana (SMA Negeri 5 Kota Tasikmalaya) menurut keterangan pelatihnya
Alfin Dwi Krisnandi S.Pd itu mengatakan, ketiga atlet asuhannya dilarang mengikuti kejuaraan Walikota Cup.

“Saya rasa ini tidak adil, kembali kami dan atlet asuhannya di bully kembali tak boleh ikut Walikota Cup besok, padahal atlet atlet kami berdomisili dan bersekolah di Kota Tasikmalaya, makanya sore ini kita menghadap pa walikota untuk menyampaikan rasa ketidak adilan sebagai warga Kota Tasikmalaya yang terus terusan kami alami oleh pihak Pengcab Kota, “ungkap Alvin kepada koran-fakta.com usai diterima Walikota Tasikmalaya Drs. H.Budi Budiman di rumahnya, Jumat (8/11/2019) sore tadi.

Masih kata Alvin, Dalam hal ini seharusnya pihak panitia harus profesional. Jika pesertanya harus dari kota Tasikmalaya tidak boleh menerima atlet dari luar Tasik apalagi menerima peserta dari beda wilayah propinsi seperti Banten.

“Masa panitia menerima peserta Hapidan Soepranawan yang jelas jelas bukan lagi warga yang tidak ber KTP Kota Tasik, Hapidan sebetulnya atlet ragunan Jakarta yang kini sudah menetap di Propinsi Banten, tiba tiba kini ikut kejuaraan Walikota Cup mewakili Dojang Dokar Tasikmalaya, sementara kita atlet atlet yang berdomisili dan bersekolah di Kota Tasikmalaya dilarang ikut kejuaran tersebut, ” ungkap pelatih lulusan UNSIL Tasikmalaya ini dengan nada kesal.

Alvin pun tak menampik jiga atlet atletnya kini berada dibawah Pengcab Taekwondo Ciamis. Tetapi Alvin dan atlet atletnya itu sejak lama ingin sekali kembali membela Kota Tasikmalaya, namun akibat pembullyan yang dilakukan oleh oknum pengurus Pengcab Kota Tasikmalaya yang secara terus menerus dilakukan, sehingga untuk mencari kenyamanan dan tetap berlatih serta berkarir tidak pakem, atlet atletnya menerima tawaran untuk bergabung membela Kabupaten Ciamis.

“Jujur pak, dalam hati kecil atlet atlet asuhan kami ingin sekali membela daerah kelahirannya Kota Tasik, namun akibat pembullyan yang dilakukan oknum pengurus pengcab kota Tasik, kami lebih memilih mengaalah menerima tawaran Ciamis, walau dengan hati teramat berat mencintai Kota Tasikmalaya, ” ucap Alvin kepada wartawan termasuk paparannya didepan Walikota Tasikmalaya.

Sementara itu Walikota Tasikmalaya Drs.H.Budi Budiman mengaku prihatin terhadap ketiga atlet potensial Kota Tasikmalaya yang permasalahan ini masih berlarut larut tidak selesai selesai di tingkat Pengcab Taekwondo Kota Tasikmalaya.

“Saya tahu atlet atlet ini sangat potensial dan asset Kota Tasik kedepan. Saya kira permasalahan ini sudah selesai, soalnya waktu itu saya sudah berikan mandat kepada H.Nanang Kabid Pemuda Olahraga di Disporabudpar untuk bisa mencari solusi terbaik agar ketiga atlet asal Kota Tasikmalaya ini bisa membela daerah kelahirannya, ” ujar Walikota sambil mencatat nama nama atlet dan pelatihnya yang tidak bisa ikut dalam kejuaraan Walikota Cup esok.

Namun demikian Walikota berjanji akan segera mencari solusi terbaik bagaimana atlet atlet ini bisa membela Kota Tasikmalaya. Apalagi jelang porprov 2022 dimana Kota Tasikmalaya akan menjadi tuan rumah olahraga terbesar di Jawa Barat, Kota Tasik sangat membutujkan atlet atlet potensial dan memiliki prestasi seperti ini, imbuhnya.

Terpisah salah satu pengurus Taekwondo Kota Tasik yang juga Pengurus Harian KONI Kota Tasikmalaya Eri kepada koran-fakta.com membenarkan jika atlet peserta dalam kejuaraan Walikota Cup 2019 harus dari dojang dojang yang ada Kota Tasikmalaya dan tercatat sebagai anggota Pengcab Kota Tasikmalaya.

“Seluruh peserta yang ikut dalam kejuaraan Walikota Cup, adalah anggota Kota Tasik yang terdaftar di dojang dojang yang berafiliasi ke Pengcab, ” terang Eri kepada wartawan saat dihubungi melalu pesan Whats App pribadinya.

Saat didesak wartawan apakah peserta yang ikut dalam kejuaraan Walikota Cup harus ber KTP dan Berdomisili di Kota Tasikmalaya, Eri hanya menjawab singkat.

“Akang lagi dimana, kebetulan saya udah dirumah. Sebaiknya akang datang langsung ke sekretariat di GOR Sukapura, kebetulan disana ada Ketua Panitia dan Ketua Pengcab nya biar lebih jelas, Atau besok pagi jam 10 bisa ketemu saya di GOR Susi Susanti, ” elak Eri mengakhiri pembicaraannya. (tono efendi)

Editor: Indra R

BAGIKAN