Disaat Pandemi, LEKKER feat d’Bhoboco Merubah Konsep Menu Kopi Jadi Jamu Sehat

101

Koran-Fakta.com (Kota Tasikmalaya).- Ada tren baru, disaat masa pandemi Corona,  saat ini caffe caffe yang identik dengan penyajian kopi, ternyata kini sudah menjajal menu baru, seperti jamu, dan makanan sehat. Hal itu dilakukan untuk beradaptasi di masa pandemi Covid-19 yang ternyata berdampak juga pada dunia kuliner.

Salah satu caffe di Kota Tasikmalaya, LEKKER feat d’ bhoboco,  salah satu caffe di pusat Kota Tasikmalaya kini sudah menerapkan konsep tersebut. Caffe yang berlokasi di Jl. Tarumanagara No. 12 Kelurahan Empangsari Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya,  menyajikan menu-menu sehat yang saat ini tengah dilirik banyak orang.

Antara lain menu andalan yang disuguhkan diantaranya menu kastik dan  jamu rempah seperti,  wedang uwuh,  wedang susu,  teh tarik,  saraba,  jancruk,  kunjaruk, teh sereh gula aren,  teh sereh madu,  stmj,  teh manis gula batu.

Owner LEKKER feat d’bhoboco Anne Yuniarti mengatakan, minuman jamu yang biasa dikenal diluaran biasanya terasa pahit,  di caffe ini jamu dan rempah rempah tradisional telah diolah dan siap minum dengan berbagai macam varian rasa yang tentunya manis dan segar.  Bahkan mulai mendapat tempat di hati pelanggan.

“Mungkin masyarakat disaat pamdemi saat ini,  jamu atau rempah rempah tradisional diyakini berkhasiat serta menjadi kebutuhan untuk menjaga imunitas tubuh salah satunya bisa didapat dari mengonsumsi rempah-rempah yang banyak khasiat untuk kesehatan dan kebugaran, ” kata Anne kepada koran-fakta.com, Selasa (12/1/2021) sore.

Menurut isteri dari H. Asep Hendrawan itu mengakui, menu-menu tadi dibuat dengan bahan-bahan pilihan yang menyehatkan serta pembuatannya pun diolah secara apik dan hygenis.

Bagi masyarakat Kota Tasik, Caffe LEKKER memang dikenal salah satu caffe pertama di tasik yang berdiri sejak 1987. 

Caffe LEKKER feat d’bhoboco yang buka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB,  disaat pandemi corona mengalami perubahan. 

“Sesuai himbauan Pemkot Tasikmalaya,  disaat pandemi caffe tutup jam 19.00 WIB,  dan seluruh pengunjung yang datang kesini tentunya harus mematuhi aturan protokol kesehatan,” imbuh Anne.

Caffe LEKKER d’bhoboco memang sengaja menonjolkan konsep bernuansa klasik tradiaional.  Selain menu menu tadi,  di caffe ini pun menyajikan menu makanan lainnya,  seperti makanan angkringan Yogyakarta, ada sate tusuk yang dijual dengan harga murah. Bahkan makanan dan minuman di caffe ini harga untuk menu menu yang di bandrol tidak lebih dari Rp.15 ribu.

Untuk pengunjung milenial juga terdapat menu menu makanan khas eropa yang sudah biasa disajikan di caffe lainnya, seperti spagethi dan steak. Bagi anak anak ada makanan yang sangat unik dan hanya ada di caffe LEKKER feat d’bhoboco yaitu Es Cream dengan rasa rempah rempah yang dinamai “Es Cream Rembo”.

Untuk penggemar karokean,  caffe ini juga menyediakan live musik bagi pengunjungnya.

Untuk memberdayakan pelaku UMKM pun,  caffe ini bekerjasama dengan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) selain membantu memasarkan dan memajang produk produk anggota IPEMI, juga diberikan edukasi khusus,  bagaimana caranya mengepak serta mengemas produk produk makanan.

Sejak dibuka 2 bulan lalu beroperasi,  ternyata caffe ini sudah mulai banyak dikunjungi para pengunjung. Bahkan caffe ini berencana akan menggelar soft opening di akhir bulan Januari 2021 ini.

“Inshaa Alloh,  kami sebagai salah satu ceffe yang mengedepankan varian rasa untuk menyehatkan dan membuat tubuh memiliki stamina dan kebugaran,” ucap Anne yang juga Ketua IPEMI Kota Tasikmalaya.

Jika tidak ada aral melintang dan hambatan lainnya, soft opening caffe LEKKER d’bhoboco, akan diselenggarakan pada minggu minggu terakhir di bulan Januari ini,  dengan beberapa rangkaian kegiatan seperti konvoy sepeda.

Caffe yang memiliki Jargon “Budayakan Menjamu” ini ternyata aneka minumnya memiliki khasiat, diantaranyata menambah kebugaran tubuh, mengurangi stress,  mengobati penyakit kronis, menurunkan beraț badan,  menguatkan tulang, mengatasai tekanan darah tinggi, dan sebagai kekebalan tubuh. (Tono Efendi)

Editor: J Wan

BAGIKAN