Diskusi Reguler ICMI Orda Garut Dengan Tema “Toleransi Beragama dan Nilai-nilai Budaya Lokal”

264
Foto bersama usai Diskusi Reguler Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Garut

GARUT, (KF).- Jelang pemilihan Kepala Daerah yang tinggal beberapa pekan lagi masyarakat Jawabarat khususnya dikabupaten Garut, diharapkan tidak tergerus dalam isu intoleransi yang bisa memecah kondusifitas politik di daerah.

Hal tersebut diungkapkan Pegiat Budaya dan Lingkungan, Ki Asep Maher, saat menjadi narasumber dalam kegiatan forum diskusi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Garut, Senin (11/6/2018) Siang.

“Kita menghadapi tahun tahun politik, sangat riskan akan intoleransi. Isu intoleransi kerap memuat demi kemenangan politik tertentu. Kaum intelektual harus berbicara demi kepentingan politik, jangan mengorbankan masyarakat,” ujar salah seorang pengurus ICMI Garut.

Menurutnya, secara sosiologis masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat Garut terbilang toleran. Sehingga, sangat disayangkan jika tahun politik ini merusak dan mencederai budaya dan nilai-nilai di Indonesia dan Kabupaten Garut.

“Kita sudah siap dan sudah melaksanakan toleransi, menjaga kerukunan, jangan sampai dijamak dan dirusak di tahun politik ini, kita harus hidup saling menjaga, damai, gotong royong sampai seterusnya,” kata Maher yang juga merupakan Dewan Pangauban Cimanuk itu.

Diskusi Reguler Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Garut, yang digelar di Green Hiil Resort Meeting Room, Jln Cirengit, Desa Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut tersebut mengusung tema “Toleransi Beragama dan Nilai-nilai Budaya Lokal” dengan narasumber Dr.Sughandi Miharja M.Pd selaku Dewan Pakar ICMI Orda Garut sekaligus Dosen UIN Bandung. Dan Juga Asep Hermawan M,.Ag selaku Dewan Pangauban Nusantara. (Indra R)***

BAGIKAN