DPC PWRI Jaya Kab.Garut, “Menolak Kekerasan Terhadap Jurnalis”

103

Wartawan : J.Gunawan

GARUT, (KF).- Dewan Pengurus Cabang Pemersatu Wartawan Reformasi Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Garut Gelar Konferensi Pers dengan mengusung tema “Menolak Kekerasan terhadap Jurnalis”. Acara tersebut merupakan aksi penegasan agar tidak ada lagi kekerasan pada jurnalis dalam bentuk apa pun dan di mana pun.

Kegiatan yang berlangsung
di Hotel Augusta, Jalan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (21/10/2017) Siang tersebut, dihadiri Kepala Dinas beserta Kepala Bidang Kominfo Kabupaten Garut, perwakilan dari Polres Garut, Kodim 0611 Garut, Kapolsek Tarogong Kaler Resor Garut, Ketua Umum DPP PWRI Jaya Pusat, para awak media dan para undangan lainnya.

Deklarasi yang digagas oleh Ketua DPP PWRI Jaya Pusat, H Tatang Subarna, ini melibatkan puluhan awak media baik media cetak, elektronik dan online.

Ketua DPC PWRI Jaya Kabupaten Garut, Agus Prasetyo mengatakan, kegiatan
Tersebut sengaja diselenggarakan untuk menyikapi tingginya angka kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia. Meski pun deklarasi menentang kekerasan ini dilakukan di Garut, pihaknya berharap semangat tolak kekerasan pada jurnalis ini bisa terealisasi di mana pun khususnya di Indonesia yang melindungi kebebasan untuk menyampaikan, mempunyai, dan menyiarkan pendapat melalui pers dijamin oleh konstitusi negara di mana pun pers berada untuk mencari, menerima, dan menyampaikan informasi dan buah pikiran melalui media apa pun dengan tidak memandang batas-batas wilayah.

“Jadi, diharapkan ke depan tidak ada lagi tindakan atau sikap yang kurang mengenakkan, dalam bentuk apa pun yang bernafaskan kekerasan pada jurnalis,” Ucap Agus.

Ket foto: Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Garut, Drs. H. Nurdin Yana, MH saat memberikan sambutan

Sementara Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Garut, Drs. H. Nurdin Yana, MH, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan yang digelar oleh DPC PWRI Jaya ini merupakan satu event yang jarang dilakukan oleh lembaga lain. Mudah-mudahan acara ini, juga bisa dijadikan ajang silaturahmi, bukan hanya saja urusan dunia, namun juga urusan akhirat.

“Kekerasan terhadap Jurnalis kadang merupakan konsekwensi atas jabatan yang diembannya. Tugas wartawan itu memang berat, itu sebab selalu ada akibat dari idealisme yang ditanamkan oleh profesinya itu. Wartawan susah di atur, namun familiar. Hal tersebut bisa dibuktikan hubungan kerjasama antar Kominfo dengan jurnalis cukup baik, karena karya para jurnalis selama ini dianggap sebagai kepedulian media terhadap perkembangan Kabupaten Garut,” Ucap Kepala Dinas Kominikasi dan informasi Kabupaten Garut Nurdin Yana.

Lanjut dikatakan outputnya acara ini, Nurdin Yana mengatakan, paling tidak para penyelenggara media bisa memahami fartnernya yang lain. Diakui Kepala Dinas Kominfo, tidak semua informasi dari pihaknya tersampaikan ke masyarakat. Maka dari itu, saling tukar informasi sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil berita yang berimbang.

“Langkah kami terbatas, penyebaran informasi guna melakukan pencerahan kepada masyarakat dari teman-teman media sangat membantu kami. Kita tak perlu malu untuk bertukar pikiran bagaimana cara berkomunikasi di ruang publik maupun cara menyajikan kalimat yang baik dan benar,” Ujarnya.

Ditambahkan nya, undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) untuk mewujudkan suatu perioritas pemerintah melalui pemberitaan awak media dan insan pers dalam memberikan saran dan kritik yang obyektif soal pembangunan yang positif, dan tentunya diapresiasikan. Pungkasnya.

Editor : Indra R

BAGIKAN