DPD APKI Garut ; Inilah Harga Kulit Hewan Qurban saat Ini

339

Koran-Fakta.com, (KF).- Harga beli kulit Qurban 1441 Hijriah di Kabupaten Garut relatif menurun pada tahun 2020 ini dibandingkan tahun sebelumnya, Hal tersebut berdasarkan hasil musyawarah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Assosiasi Penyamakan Kulit Indonesia (APKI) Kabupaten Garut yang dilaksanakan, Kamis (23/07/2020) bertempat di Aula Dinas UPT Garut belum lama ini.

Melaui surat keputusan bersama dengan Nomor : 12/APKI/IN/VII/2020, DPD Assosiasi Penyamkan Kulit Indonesia (APKI) Kabupaten Garut telah mengeluarkan ketetapan harga pembelian Kulit, baik Kulit Sapi, Domba dan Kambing

Sementara pengurus DPD APKI Kabupaten Garut Sukandar SE mengungkapkan APKI Garut telah menetapkan kesepakatan bersama dalam forum rapat bersama pengurus dan pengusaha pengusaha, menetapkan, hasil musyawarah terkait kesepakatan harga pembelian Kulit Qurban 1441 H yang dilaksanakan di UPT diantaranya :

Harga jenis kulit Sapi
– Sapi Jawa Kelas 1 : Rp. 6000/Kg
– Sapi Jawa Kelas 2 : Rp. 5000/Kg
– Sapi Kupang Kelas 1 : Rp. 4000/Kg
– Sapi Kupang Kelas 2 : Rp. 3000/Kg
– Sapi Perah Kelas 1 : Rp. 4000/Kg
– Sapi Perah Kelas 2 : Rp. 3000/Kg

Harga Jenis Kulit Domba
– Domba Kelas 1 : Rp. 30.000/Lbr
– Domba Kelas 2 : Rp. 20.000/Lbr
– Domba Kelas 3 : Rp. 10.000/Lbr
– Domba R : Rp. 5000/Lbr

Harga Jenis Kulit Kambing
– Kambing Kelas 1 : Rp. 15.000/Lbr
– Kmaning Kelas 2 : Rp. 10.000/Lbr

Lebih jauh menjelaskan, disini APKI sebetulnya tidak menetapkan kebijakan terkait harga, tapi APKI hanya menampung dari beberapa pengusaha pengusaha

“APKI hanya memfasilitasi terkait masalah rapat bersama dan kami tidak menentukan harga, tetapi ini masukan dari para pengusaha sehingga APKI menuangkan didalam surat edaran,” Jelasnya

Pengurus DPD APKI Garut Sukandar SE (Anay)

Menurutnya hasil tersebut atas dasar pertimbangan, dikarenakan melihat situasi kondisi kulit Sepi saat ini sampai penurunan 50%, sehingga penetapan harga sesuai dengan jumlah barang yang akan diproduksi dan yang keluar, apalagi sebelum dan masa pandemi Covid -19 bangsa pasar sepi.

” Dan sebetulnya bukan karena saat Covid saja pasaran sepi, tapi 2-3 tahun kebelakang pun pasaran sepi sekali terkait adanya MEA atau pasar bebas, ditambah lagi Covid-19 ” Ungkapnya

Sehingga, lanjutnya bangsa pasar industri penyamakan yang ada di Kabupaten Garut itu, secara grafik menurun dan stag. Menanggapi dalam hal ini penurunan harga itu diakibatkan dasar utamanya pasaran kulit sepi, dan mereka itu Gameling.

Dikatakan Ia, apakah karena orang sukaregang membeli kulit ini, situasi kondis kulit ini akan hidup dan lancar kembali, atau bagaimana. Maka dari itu kulit itu beli dulu, karena ditakutkan nantinya adanya terjadinya penumpukan,

” Saya menyakini jika orang Qurban kulitnya tidak di beli, dibuang kemana mana sehingga terjadi busuk, makanya kita beli dulu dan disimpan, ” Pungkasnya (J Gunawan)

Editor : Indra R

BAGIKAN