DPRD Kabupaten Bandung Barat, Kunjungi Baznas Kabupaten Garut.

82
Ket foto: Ketua Baznas Kabupaten Garut, H.Rd Aas saat foto bersama DPRD Komisi IV Kabupaten Bandung.

GARUT,(KF).- Sebanyak 16 Anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Komisi IV Kabupaten Bandung Barat mengunjungi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut, di aula Kantor Baznas Kompleks Islamic Center jalan Pramuka Garut, Kamis (5/4/2018).

“Rapat konsultasi terkait pembahasan masalah peraturan daerah (Perda) pengolahan Zakat, karena di Kabupaten Bandung Barat belum ada. Kebetulan Pansus IV Ini sedang membahas masalah Raperda pengelolaan zakat, kebetulan di Garut ini. Sebelum Undang-undang nomor 23 tahun 2011 itu ada, di sini sudah ada Perda Zakat Nomor 1 Tahun 2003, yang sekarang sudah di revisi menjadi Undang-undang perda Nomor 6 Tahun 2014,” ucap H. Ade Wawan selaku ketua pansus IV DPRD KBB, didampingi Ketua Baznas Kab Garut H Rd. Aas Kosasih, pada Koran- Fakta.com, Kamis (5/4/2018) siang.

H Ade Mengakui, pihaknya sangat mengapresiasi dengan pengelolaan dan kinerja Baznas kabupaten Garut.

” Ternyata memang cukup bagus, Alhamdulillah pengelolaan Zakat di Kabupaten Garut ini patut kami apresiasi, karena dalam hal pengelolaan, pelaporan dan pendistribusian laporan nya sudah profesional,” Ujar anggota fraksi dari PKB tersebut.

Masih dikatakannya, pihaknya Insaalloh akan mengimplementasinya di Kabupaten Bandung Barat.Karena potensi KBB zakat dari ASN saja mencapai 10 ribu lebih, belum dari yang lainnya seperti perusahaan perusahaan, ada wisata ini salah satunya yang bisa menggendor kewajiban zakat.

“Zakat itu wajib yang diperintahkan Allah SWT dan Kalau Pajak itukan kewajiban bernegara,” Tegas ia.

Tapi di sini (Baznas Garut-red) sangat menarik, tadi ada pasal yang mengatur bahwa kewajiban zakat ini bisa mengurangi komponen dari pajak penghasilan, hal itu diatur oleh Undang-undang juga peraturan Menteri Keuangan.

” Sedangkan untuk ASN KBB sendiri wajib zakat itu masih di bawah 40%, itu pun yang menyadari penitipan zakat ke Baznas karena belum adanya perda ini,” terangnya

kalau terbentuk nya lembaga Baznas di KBB telah terbentuk sudah menginjak 2 tahun, kalau BAZ dari dulu sudah ada sebelum berdiri negara Indonesia.

Istimewa

Sementara Ketua Baznas Kab.Garut H Rd Aas Kosasih menyampaikan, rasa terimakasih kasihnya karena telah kedatangan tamu dari DPRD Kabupaten Bandung Barat, untuk bersilaturahmi kepada kami. Meskipun komisi D DPRD yang ada di Kabupaten Garut belum.

” Terima kasih, Saya bangga sekali, ya bagaimanapun juga saya juga mantan anggota Dewan Tahun 2004- 2009, ketika ada anggota dewan dalam hal ini Pansus untuk pembuatan Perda Zakat ke kami (Baznas-red),” ucapnya

Masih kata Aas, oleh karena itu saya juga menghimbau. Karena saya sudah dua kali ke dewan mensosialisasi tentang zakat,

“Barangkali kapan dari Komisi D bisa ngobrol-ngobrol atau shering dengan kami saya tunggu di Baznas Garut khususnya untuk komisi D DPRD Kabupaten Garut,” harap Aas

Sambung Rd Aas, kemarin hari Senin Selasa, Kami sudah diaudit dari AR utomo Jakarta Pusat, untuk mempertanggung jawabkan kinerja kami selama satu tahun ini, “bagaimana Apakah betul, atau tidak betul, wajar atau tidak wajar, ungkapnya.

Sementara ini perlu dipublikasikan ke masyarakat bukti keberadaan Baznas, apakah bisa dipercaya atau tidak. Kalau sudah bisa dipercaya tolong lah, zakat dititipkan kepada kami dan kami juga akan bertanggung jawab dan dengan pengeluaran hal tersebut,” katanya

Kedatangan pansus ini akan kami dijadikan motivasi sebagai kebanggaan, bagaimanapun juga kunjungan yang terhormat DPRD Kabupaten Bandung Barat ini dijadikan momentum untuk jadi semangat berkarya, semangat untuk mengumpulkan, semangat untuk menilai amanat dan untuk mempertanggung jawabkan dari pada apa yang dititipkan pada kami,” pungkasnya.

Penulis : J.Gunawan

Editor : Indra R

BAGIKAN