Dua Bakal Calon Bupati Garut Hadiri Liga Santri Nusantara 2017

252

Ket Foto: H.Raden Marlan Berama H.Dedi Hasan Bahtiar Saat melihat jalannya Pertandingan Liga Santri
GARUT, (KF)- Ketua Dewan Pembina Himpunan Pengusaha Nahdliyin yakni H.Raden Marlan dan Wakil ketua Ansor Jawabarat H.Dedi Hasan Bahtiar Hadiri Penutupan Liga Santri Nusantara di Lapangan Makorem 026 Tarumanegara, Jl. Bratayuda, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Sabtu(2/9/2017) Siang. Diketahui kedua orang tersebut merupakan bakal calon bupati pada Pilkada Garut 2018 nanti.

Sebelumnya Sebanyak delapan tim sepak bola dari pesantren yang ada di Kabupaten Garut ikut ambil bagian untuk menjadi yang terbaik di kompetesi Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Sub Region Garut.

Ket Foto: tim dari Pesantren Nurul Huda dan Tim dari Pesantren Al Qonaah saat foto bersama

Kini dari delapan Tim tersebut dua diantaranya memasuki final yang mana tim dari Pesantren Al Qona’ah untuk juara di grup A, dan Nurul Huda Juara di grup B yang mana langsung di green finalkan.

Ketua Panitia Pelaksana LSN Sub Region Garut, Subhan Fahmi mengatakan, Kedua tim yang berlaga tersebut sebetulnya sudah masuk untuk menjadi perwakilan Garut nanti di tingkat Priangan. Region 3. ” Tanggal 10 sampai 14 September mereka akan mewakili kabupaten Garut di Galuh tingkat Priangan, dan nantinya mereka akan masuk ke nasional, dan kebetulan untuk LSN ini tuan rumahnya bandung,” Katanya.

Sementara Ketua Dewan Pembina Himpunan Pengusaha Nahdliyin yakni H.Raden Marlan Saat ditemui sejumlah media mengungkapkan, pihaknya selaku orang tua sudah barang tentu pastinya memberikan motivasi, spirit, paling tidak memberi semangat bagi mereka, “mudah-mudahan saja liga santri Garut ini nanti bisa menjadi juara dikancah Nasional, dan kita tentunya akan terus memberikan semangat bagi mereka yang saat ini akan mewakili kabupaten Garut di tingkat Priangan,” Ungkapnya.

Ditempat yang sama, Wakil ketua Ansor Jawabarat H.Dedi Hasan Bahtiar Saat diminati tanggapan Liga Santri Nasional yang digelar dilapangan Makorem 026 Tarumanegara, mengatakan. Kegiatan Sepak bola Santri ini cukup baik, kegiatan tersebut sebagai ajang untuk mengekspresikan hobi dan bakat yang dimiliki oleh para santri, tapi tetap harus menjaga kekompakan juga kerukunan, “pesan moralnya kan banyak dengan sepak bola bisa menjadi semangat kolektivitas, kerja sama yang baik, dan justru dengan sepak bola ini bisa menumbuh kembangkan semangat bekerjasama tali persodaraan diantara pondok pesantren yang ada dikabupten garut,” Ucapnya

Lanjut dikatakan, kegiatan seperti ini juga sebagai upaya menangkal pergaulan bebas. “Karna liga santri ini kan rata-rata dibawah usia 17 tahun, yang mana usia tersebut merupakan usia yang cukup rawan jadi mereka bisa tersalurkan melalui olahraga sepak bola, dan mudah-mudahan kedepan ini harus ditumbuh kembangkan semakin kuat, semakin profesional dengan melibatkan sponsor yang lebih hebat lagi,” Pungkasnya. (Indra R)

BAGIKAN