Dua Tahun Menjadi Pemuas Nafsu Bejad Lelaki Hidung Belang, Sang Kupu-kupu Malam Ini Ingin Berubah Dengan Bersumpah.

248
Ket foto: Beberapa PSK yang sempat terjaring razia pekat diwilayah kerja kecamatan Garut kota. (Foto oleh : Indra Ramdani)

GARUT, (KF).- Maraknya Pekerja Seks Komersial (PSK) diwilayah Perkotaan Garut bukan lagi menjadi rahasiah umum. Seperti yang terpantau di beberapa titik diwilayah Perkotaan seperti halnya di Bunderan Guntur, jalan Merdeka, Jalan Pramuka, Ahmad Yani dan beberapa titik lainnya di wilayah Kecamatan Garut kota.

Setiap malamnya jalan dibeberapa titik tersebut hampir ditongkrongi kupu-kupu malam yang sengaja mencari lelaki hidung belang yang ingin melampiaskan nafsu bejatnya.

Dalam kesempatan cipta kondisi koran-fakta.com berkesempatan berbincang-bincang langsung dengan salah seorang pekerja seks komersial yang terjaring razia pekat.

Sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya) diakui bunga dirinya sudah hampir dua tahun bekerja sebagai pemuas nafsu lelaki hidung belang.

” Sudah dua tahun pak saya turun kejalan bekerja seperti ini,” katanya.

Lanjut disampaikan bunga, dirinya bisa memperoleh penghasilan dalam satu malam mencapai 800 Ribu rupiah setiap malamnya.

“Kalau biasa ya paling 800 rebu rupiah, itupun tergantung pelanggan.” Cetusnya, Kamis (28/02/2019) Malam.

Paktor ekonomi sepertinya terdengar sudah menjadi alasan klasik bagi bunga, namun hal itu dijanjikan bunga bahwasanya dirinyapun ingin merubah kehidupnya menjadi lebih baik.

“Pertamanya saya cerai dengan suami, karena butuh uang untuk hidup sehari-hari saya memilih jalan seperti ini karena saya tak punya ijazah untuk melamar pekerjaan. Namun sayapun sudah berniat dalam diri saya untuk bisa berubah lebih baik lagi dan mencari pekerjaan yang halal, dan sayapun tadi bersupah dihadapan semua untuk berubah dan mencari pekerjaan yang di ridhoi Allah,” ucap bunga menutup pembicaraan sambil meneteskan air mata. (Indra Ramdani)

Editor : Yusuf Akbar

BAGIKAN