Empat Orang Guru Yang Terkena Dampak Banjir, Dibangunkan Rumah

192
Ketua PGRI Kab Garut saat melakukan peletakan batu pertama

KF.-Tuti Susilawati Istri dari Agus Supahmat, seorang guru SDN Paminggir III, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, tiba-tiba kaget, saat diumumkan pada upacara Hari Guru Nasional (HGN), dilapangan Otista Kabupaten Garut. Pasalnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) secara dadakan memberikan bantuan satu unit rumah.

Tuti Susilawati, merupakan salah satu guru di Kabupaten Garut, yang rumahnya hancur akibat diterjang banjir bandang Garut beberapa bulan lalu. banjir bandang Garut juga banyak menarik simpati dari berbagai kalangan untuk memberikan bantuan termasuk dari organisasi PGRI baik yang ada di Garut dan luar daerah.

Setelah banjir bandang terjadi PGRI Kabupaten Garut, terus menerus menerima bantuan dari PGRI yang ada di luar Kabupaten Garut. Dana bantuan yang terkumpul mencapai Rp1,4 Miliar.

Dana tersebut terus disalurkan pada korban bencana banjir bandang, termasuk pada guru-guru yang rumahnya hancur.

Tuti Susilawati, mengatakan, sangat terkejut dengan adanya bantuan yang diberikan dari rekan-rekan guru yang tergabung dalam organisasi PGRI.

” Saya tidak menyangka akan dibangunkan rumah kembali oleh PGRI Garut, setelah rumah hancur diterjang banjir bandang,” ungkapnya, Jum’at (25/11/2016) pada wartawan.

Saat peninjauan lokasi untuk pembangunan rumah
Saat peninjauan lokasi untuk pembangunan rumah

Dikatakannya, rumah hancur rata dengan tanah setelah diterjang banjir bandang. Setiap hari terpaksa harus tinggal dirumah kontrakan yang berada di wilayah Muara sanding. Namun kendati demikian dirinya tetap bersemangat untuk mengajar kewajiban sebagai tenaga pendidik.

” Terimakasih rekan-rekan guru, yang telah peduli terhadap para korban bencana banjir bandang,” ungkapnya.

Sementara Ketua PGRI Kabupaten Garut, Mahdar Suhendar, mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan-bantuan pada para korban banjir bandang. Termasuk pada guru-guru yang ikut menjadi korban.

” Ada empat orang guru yang rumahnya rusak akibat banjir bandang. Kami setelah menerima bantuan dari para donatur termasuk organisasi PGRI yang ada diluar daerah Garut, langsung menyalurkannya, termasuk meberikan bantuan untuk membangun rumah,” kata Mahdar.

Ia menuturkan, ke empat rumah yang dibangun berukuran 36 Meter. Yang mana setiap rumah menghabiskan anggaran mencapai Rp80 Juta. Belum lagi untuk perbaikan rumah-rumah guru yang rusak sedang.

” Dana yang digelontorkan hasil sumbangan untuk empat rumah mencapai Rp360 Juta. Sedangkan pekerjaannya dilakukan oleh pihak ketiga,” Singkat Mahdar, yang didampingi Tim Verifikasi Bencana, Riswanda usai melakukan peletakan batu pertama di Kampung Muarasanding, Kecamatan Garut Kota.(dra R/J Wan)

BAGIKAN