Empat Pilar Dan Beberapa Komponen Deklarasikan Penolakan Peredaran Obat Ilegal di Garut

146
Ket foto: saat berlangsungnya acara simposium dan deklarasi penolakan peredaran obat ilegal di kabupaten Garut.

GARUT, (KF).- Simposium yang terdiri dari Dinas kesehatan Kabupaten Garut, Badan BOM, BNN Garut, dan satnarkoba Polres Garut, juga seluruh komponen yang diantaranya Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Persatuan Ahli Parmasi Indonesia (PAFI) Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GPFI) serta Pengusaha Jamu Garut. Mendeklarasikan penolakan peredaran obat ilegal di kabupaten Garut.

Kegiatan Deklarasi penolakan peredaran obat ilegal dikabupaten Garut, tersebut digelar di Aula gedung Fakultas Ekonomi Universitas Garut (UNIGA), Jl. Hampor, pada Rabu(04/10/2017) Siang.

Kepala bidang sumber daya kesehatan Kab.Garut dr.Tri Cahyo mengatakan, berawal dari gagasan dari IAI ,PAFI dan Gabungan pengusaha jamu Garut. Mereka ingin menempatkan posisi, dan ingin mendukung untuk pemberantasan peredaran obat ilegal.

“Jadi ini deklarasi, untuk tindak lanjutnya kesana kembali keporposionalitas mereka dan ini semua pengusaha apoteker dan pengusaha farmasinya, Jadi ada singkronisasi antara propesi pengusaha dan apoteker,” Katanya.

Dijelaskannya, dalam simposium dan deklarasi tersebut setidaknya ada empat poin penting yang disampaikan terhadap para pelaku lembaga atau organisasi fraktisi kesehatan.

“Ada empat poin penting yang pertama Dinas Kesehatan terkait pembinan dan pengelolaan obat sarana keparfamasian, kedua Badan POM sebagai pengawasan, ketiga BNN sebagai pencegahan dan dari Polres kasat narkoba sebagai penindakan,” jelasnya.

Sementara Itu ketua IAI, Agus Hilman, mengungkapkan, sebelum dideklarasikan ini hal ini menjadi diskusi di keprofesian dan mengumpulkan para semua pihak terkait yang notabenenya bergerak di farmasi untuk pembangunan bahwa agar jangan sampai terjadi penyalahgunaan obat dan adanya peredaran obat ilegal di kabupaten Garut.

“Itu yang menjadi konsen kami
Karena kami ada di keluarga besar farmasi dan saya meng aspresiasi pada kawan deklarasi ini karna bisa terjadi”. Ucapnya.

Lanjut dikatakan, pihaknya merasa lega karena peredaran obat yang saat ini tengah ramai dalam pemberitaan seperti obat PCC dikabupaten Garut sendiri tidak ditemukan

“Alhamdulilah di Garut tidak ada, (cleare), dan itu yang mengembirakan,” Ujarnya

Lebih jauh lagi dikatakan, adanya deklarasi penolakan peredaran obat ilegal tersebut, agar bisa terjadi sebuah pemahaman. Afektasinya, adanya sebuah kesadaran bahwa kota Garut ini yang kita cintai bisa terus terjaga dari hal-hal yang tidak baik.

“khusus anggota farmasi sendiri dia harus mengedepankan pengabdian terhadap masyarakat, sehingga lebih cerdas dalam penggunan obat ilegal apapun di bidang kefarmasian bisa di kontrol oleh masyarakat sendiri, karena pengguna yang sesungguhnya bukan kami tapi masyarakat”. Ungkapanya (Indra R)***

BAGIKAN