Fly Over di Garut Diharapkan Dapat Dilalui Lebaran Tahun Ini.

199
Ket foto: H.Uu Saepudin Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut. (Foto oleh : Indra R)

GARUT, (KF). – Pembangunan fly over di Kecamatan Kadungora sebagai penyambung jalur Garut – Bandung ditargetkan selesai Februari 2019. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Uu Saepudin, kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (11/1/2019).

Uu mengatakan, proses pembangunan yang sebelumnya dijadwalkan selesai akhir tahun 2018, akhirnya diperpanjang 50 hari kerja sampai februari 2019.

Perpanjangan waktu pengerjaan itu lantaran hambatan proses administrasi yang harus ditempuh melalui lintas sektor, diantaranya Kementerian Perhubungan dan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) karena melintasi jalur lintasan kereta api.

“Pembuatan Fly over baru pertama kali, disi kita dapat penghargaan dari Kementrian Perhubungan dan Daop 2 Bandung PT. KAI. Disisi lain ada pertanyaan terkait prosedural pembuatan fly over itu harus seperti ini dan ini (sesuai standar ketentuan PT. KAI), yang mana itu harus ditempuh pada proses izin, makanya saya rapat dua kali. Memang izinnya sudah dibuat, dari menteri Perhubungan, makanya itulah trabel di sisi administrasi. Ini tenntu mengganggu juga pada pelaksanaan,” katanya.

Ia mencontohkan, yang menjadi kendala atau tertundanya pengerjaan ketika pihaknya ingin memasang fly over melintasi rel kereta api. Untuk itu, perlu banyak proses izin yang harus ditempuh untuk pengerjaan teknis dan standar kekuatan fly over.

“Persyaratan hitung-hitungan teknis konstruksinya harus benar-benar aman, berdasarkan standar PT. KAI karena dibawah ada rel kereta api,” katanya.

Lanjutnya, untuk pemasangan konstruksi fly over harus menyesuaikan berdasarkan waktu kereta lewat. Ketika ada kereta mau lewat, pengerjaan tidak bisa dilakukan selama beberapa jam setelah dan sebelum kereta itu lewat. Dampaknya, pihaknya hanya memiliki waktu 3 jam sehari untuk menggarap proyek tersebut.

“Itu izin pemasangan berdasarkan waktu lewat kereta api. Karena untuk menutup lintasan sebidang jadi harus lewat atas. Itu bisa mulai dilalui februari 2019, tahun ini akan ada proyek perkuatan. Tapi Lebaran (sekitar bulan Juni 2019, red) itu bisa fungsional sampai lewuwigoonng, untuk mengurai kemacetan arus Garut Bandung, makanya proses lelang mau dipercepat,” katanya.

Proyek tersebut menghabiskan anggaran dari APBD sebesar Rp 10 miliar, dan untuk perkerasan jalan sebesar Rp 9 miliar.

Oleh : Indra R

Editor : Yusuf Akbar

BAGIKAN