FPI dan HTI Akan Aksi Damai Di Jakarta “Menggugat Ahok”

274

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW-FPI) Kabupaten Garut, Ustadz Ujang Sulaeman
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW-FPI) Kabupaten Garut, Ustadz Ujang Sulaeman
KF.-Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW-FPI) Kabupaten Garut, Ustadz Ujang Sulaeman, memastikan anggotanya akan ikut bergabung dengan massa lainnya untuk mendemo Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, pada Jumat (4/11/2016) mendatang.

Dari anggota FPI Garut yang terdaftar sekitar 1.300 orang dipastikan lebih dari setengahnya yang akan berangkat menuju Ibu Kota Republik Indonesia itu. Mereka yang tersebar di 16 DPC dipastikan akan berangkat ke Jakarta pada Aksi Damai “Menggugat Ahok” untuk diproses secara hukum.

Sulaeman menyebutkan, FPI akan berangkat menggunakan sekitar 10-11 bis dari Garut, namun sebagian lagi ada pula yang menggunakan angkutan lain, seperti Kereta Api atau kendaraan pribadi. “Namun yang pasti kami akan berangkat ikut demo ke Jakarta. Yang jelas, apa yang dilakukan saudara Ahok itu ada fatwa MUI pusat.

Lanjut ia sikap FPI, kami mendukung fatwa MUI itu yang jelas-jelas saudara Ahok sudah menistakan surat Al-Maidah ayat 51. Di Indonesia kan jelas di KUHP 165 a terkait hal penodaan agama itu pelanggaran,” ujarnya. Sulaeman menuntut, agar penegak hukum segera menuntaskan kasus ini dengan diproses secara hukum apa yang dinilai menjadi polemik akibat ucapan Ahok terkait surat Al-Maidah ayat 51 itu.”Sekarang Ahok itu harus diproses secara hukum secepatnya. Terus terang saja ini enggak ada kaitannya dengan Pilkada DKI. Demi Allah tidak ada bagi kami aksi ini ada muatan politis. Meskipun tidak ada Pilkada, jika Ahok bilang itu pasti kami juga akan men demo nya” ujarnya.

Terkait sikap Ahok yang sudah minta maaf, menurut dia, hal itu mudah saja untuk dimaafkan. Namun, negara ini tetap negara hukum, dimana dan siapapun yang berbuat dan melanggar hukum harus diproses hukum yang berlaku.”Kalau permasalahannya cukup dimaafkan kita bisa, contoh misalnya kita bunuh orang terus minta maaf ke pihak keluarga yang dibunuhnya kan bisa? tapi kalau tidak diproses secara hukum berarti hukum tidak tegak. Kalau minta maaf, ya tentunya sebagai umat islam dimaafkan tapi hukum tetap harus tegak, negara ini negara Undang-undang,” Ujarnya.

Selain FPI, yang sudah menyatakan akan berangkat ke Jakarta, yakni anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Garut. Amas Suparman, salah seorang pengurus HTI Garut memastikan sekitar 300-500 orang akan berangkat ke Jakarta. Kata Amas, HTI Garut akan berangkat pada Kamis (3/11/2016) malam atau Jumat (4/11/2016) dini hari dari alun-alun Tarogong. Bahkan, Amas juga sempat mengajak ke rekan-rekan wartawan dari Garut untuk ikut meliput ke Jakarta dengan disediakan kendaraan khusus. “Kami tidak ada hubungannya dengan Pilkada DKI apalagi Politik. Kami juga tidak ikut memilih siapapun yang menjadi Gubernur DKI tak peduli bagi kami. Tapi kami akan Jihad melawan orang yang menistakan agama. Kalau mau Jihad jangan setengah-setengah. Disana kami akan aksi damai bukan anarkis,” ujarnya.(dra R)***

BAGIKAN