FPI Tasikmalaya Peringatkan, Backing Peredaran Miras Segera Berhenti dan Bertobat

139

TASIKMALAYA, (KF).- Dalam rangka kegiatan Tarhib/menyambut tahun baru islam 1440 Hijriyah di Kecamatan Singaparna Ibu kota Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (10/9/2018) atau bertepatan dengan 1 Muharom 1440 H, segenap pengurus, anggota FPI dari DPW FPI Kota dan Kabupaten Tasikmalaya beserta semua pengurus dan anggota DPC nya, begitu pula seluruh aktifis dari sayap juang, badan khusus dan otonom FPI dari LPI, MPI, BAT, BIF, FMI, FSI, LIF, LDP, Hilmi, BPF, BHF mengawal kegiatan tersebut.

Kegiatan dimulai sejak pembukaan dan pelepasan peserta pawai pukul 08.30 di lapang dozer Helipad Cipasung.

Dalam kegiatan itu, Anggota FPI Menjadi team yang berada di barisan depan dibawah pimpinan Ust Riyan.M.Pd Ketua DPC FPI Kec Singaparna setelah group marching band.

Kemudian wali laskar menempatkan laskar mawil LPI FPI dan Banser NU mengatur arus lalu lintas. Dalam pawai tersebut melibatkan unsur masyarakat dari setiap desa dan pesantren serta lembaga pendidikan yg ada di wilayah kecamatan singaparna.

Sementara anggota yang lain berangkat di barisan depan, laskar FPI beserta mobil komando dipimpin oleh Ust Robi Awaludin S.Pd Sekretaris DPW FPI dan Ust Abu Hanafi Wakabid Organisasi DPW serta konvoi mobil pimpinan menjadi team penutup  dan penyapu yang berada di barisan paling belakang peserta pawai yang berahir di depan Gedung Da’wah Singaparna.

Sementara itu di Kota Tasikmalaya tepatnya di lokasi eks terminal Cilembang, para orator FPI menyampaikan orasinya silih berganti di atas mobil komando dipimpin oleh ust Riki selaku ketua LDF Lembaga Da’wah Front FPI.

Dalam orasi, masing masing orator FPI mengingatkan orang orang yg sering kali menjadikan lokasi eks terminal Cilembang yang sering sering digunakan sebagai tempat transaksi minuman keras dan pelacuran, agar segera bertaubat.

Para orator juga mengingatkan para pengelola hotel di sekitar cilembang, untuk lebih selektif lagi agar kamar hotel tidak dijadikan sarana perzinahan oleh oknum para tamu hotel.

Selesai sholat dzuhur di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, , pasukan berbaris kembali menuju arah jln KHZ Musthofa dan berhenti sejenak di depan komplek  Asia Plaza, untuk mengingatkan para pengelola bisnis karaoke, agar dibersihkan dari miras dan jablay, sehingga tidak melanggar Perda no 7 thn 2014 tentang tata nilai dipimpin oleh Ust Haidar Ali selaku Pengurus FSI Front Santri Indonesia FPI kota  Tasikmalaya

Setelah selesai orasi,  pasukan melanjutkan kembali perjalanan menuju Terminal Padayungan.

Lokasi tersebut menjadi tempat penutupan kegiatan. Namun karena di lokasi tersebut seringkali dijadikan tempat peredaran minuman keras, maka para ulama dan pimpinan FPI, di antaranya Ust Wawan Rostiawan Pengurus LEF DPD FPI Jawa Barat.

Ust Iwan Kusoy S.Pd.I Wakabid Da’wah DPW menyampaikan tausiyah dan mao’idoh hasanah serta peringatan bagi para bandar, kurir serta pengedar berikut peminum minuman keras agar bertobat dan segera berubah menjadi lebih baik di tahun yang baru ini.

“Kami memperingatkan para backing peredaran miras untuk berhenti dan bertaubat, sebab umat islam beserta aparat tidak akan tinggal diam ketika mereka menghancurkan generasi muda Kota Tasikmalaya dengan meracuni anak muda dengan  mirasnya,” tegasnya.

Sebelum ditutup oleh Ust Muhammad Yan-yan Al Bayani.S.Kom.I., M.Pd selaku Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya, KH Dedi Hidayat selaku Bendahara DPW FPI memimpin do’a rukiyah sebagai upaya memohon kepada Alloh agar tempat tersebut dijauhkan dari praktek kemaksiatan.

Jurnalis : Tono Efendi

Editor. : Van’s