Gabungan Mahasiswa Dikabupaten Garut Turut Melakukan Aksi Terkait RUU KUHP – RUU KPK

140
Ket Foto : Saat Gabungan Mahasiswa di kabupaten Garut menggelar aksi di Gedung DPRD Kabupaten Garut. (Foto istimewa)

Koran-Fakta.com {KF}.- Mahasiswa Garut yang tergabung dalam Mahasiswa Garut menggugat menggelar aksi damai di Gedung DPRD Kabupaten Garut, Rabu (25/9/19). Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas dan perguruan tinggi di Kabupaten Garut memadati gedung.

Kebijakan-kebijakan dalam draft RUU KUHP yang memberangus hak kebebasan berpendapat dan menyampaikan pendapat di muka umum, termasuk hal kebebasan pers yang menuju pada pembungkaman pers, hak-hak kaum perempuan, memidanakan anak-anak terlantar dan gelandangan, tidak dibatalkan tetapi hanya ditunda pembahasannya dan tetap berpotensi dibahas lagi dalam waktu dekat.

fenomena kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan dan Riau telah terjadi secara berulang – ulang karena kepentingan korporasi di sektor kehutanan dan perkebunan pembakar hutan. Bahwa sulit berharap kepada pemerintah untuk mencegah Karhutla di tahun mendatang tidak terulang serta menindak tegas korporasi pembakar hutan selama kebijakan ekonomi Negara masih kapitalistik.

Koordinator Aksi, Dadan Nurjaman, mengatakan Mengingat tujuan kemerdekaan RI tidak akan tercapai selama korupsi marak di Indonesia, selama kebijakan demokrasi tidak mengarah kepada kesetaraan ekonomi. Maka kami yang tergabung dalam aksi Mahasiswa Garut Menggugat menuntut DPRD RI mencabut draf RUU KUHP, RUU KPK.

Tak hanya itu pihaknya menuntut agar Presiden RI untuk mengeluarkan Perpu pencabutan UU KPK, menuntut kepada Presiden RI Untuk menghentikan izin korporasi pembakaran hutan, mengutuk keras segala bentuk tindakan pidana korupsi dan penyelewengan kekuasaan menentang setiap upaya kelemahan penanggulangan korupsi, serta menuntut DPRD Kabupaten Garut menandatangani nota kesepahaman aksi. (Tim KF)

Editor : Indra R

BAGIKAN