GARUT CULTURE FESTIVAL, Kado Istimewa di Hari Jadi Garut Ke -207

149

Koran-Fakta. Com, (KF). – Garut Culture Festival yang digelar pada 14-15 Maret 2020, merupakan kegiatan multi event dalam rangka peringatan Hari Jadi Garut ke-207. Sebuah kado ultah istimewa untuk Paris Van Java tercinta.

Acaranya sendiri digagas oleh H. Ato Hermanto, seorang pengusaha daerah yang sukses, juga dikenal sebagai tokoh masyarakat peduli pariwisata Garut. Menurutnya event yang digelar selama dua hari, bertempat di Sarana Olah Raga (SOR) Ciateul Garut ini merupakan hasil kolaborasi apik berbagai elemen masyarakat Garut: Disbupar Jabar, Pemda Garut, Forkopimda, Dinas terkait, pengusaha daerah, BUMN, komunitas olah raga, komunitas seni budaya, organisasi profesi, organisasi masa, dan masyarakat sekitar.

“Dengan mengusung tema ‘Hayu PICNIC Ka Garut’, event Garut Culture Festival diharapkan dapat menjadi salah satu magnet untuk mendatangkan wisatawan ke Kota Dodol sekaligus momen yang tepat untuk memperkenalkan dan mempromosikan beragam potensi, objek wisata unggulan Garut: pesona alam, medan petualangan, seni budaya, kerajinan, maupun makanan khas dan kulinernya,” ungkapnya.

“Sejumlah acara digelar dalam event ini, diantaranya; PICNIC Trail Adventure, hampir seribu penggemar trail adventure dari berbagai kota siap menaklukan track di kawasan Gunung Cikuray – Perkebunan Dayeuh Manggung; PICNIC Trail Enduro, empat ratusan peserta berkesempatan menaklukan track di kawasan SOR Ciateul yang mampu membangkitkan adrenalin; Asstro PICNIC Fun Bike, dua ribuan peserta dari berbagai kota berhasil menjadikan Garut Lautan Sepeda; HDCI Garut Bike Week menjadi ajang silaturahmi ratusan bikers dari club HDCI se-Jawa Barat dan club motor lainnya; Garut Cullinary Festival, menyajikan puluhan jajanan, makanan, kuliner khas kota Dodol, seperti dodol garut, burayot, baso aci, nasi liwet, dll; Sruput Coffee & Tea Festival, ajang untuk mencoba nikmatnya kopi dan teh asli Garut; Garut Culture Festival, menampilkan atraksi kolosal seni tradisional khas Garut diantaranya Surak Ibra, Raja Dogar, Pencak Silat, dan Rampak Kendang; Garut Social Service, pemberian santuan buat kaum dhuafa dari 6 yayasan dan Panti Asuhan,” ungkap pria penggemar olah raga otomotif tersebut.

Menurut H. Ato Hermanto, dari seluruh rangkaian acara Garut Culture Festival, pentas seni budaya menjadi klimaksnya. Atraksi kolosal seni tradisional yang melibatkan ratusan seniman Garut berjalan dengan baik. Dengan format penampilan pencak silat, rampak kendang, raja dogar, dan surak ibra yang dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan tata lampu, suara, koreografi yang apik, tema cerita yang mengalir mampu menghasilkan sebuah seni pertunjukan kolosal yang sangat menghibur, dan memuaskan ratusan penonton yang memadati lapangan olah raga ciateul. Pertunjukan seni tradisional yang layak diapresiasi.

Apresiasi atas terselenggaranya kegiatan multi event yang sangat jarang di gelar di Kota Dodol ini, datang salah satunya dari Bupati Garut, Rudy Gunawan. Orang nomor satu di Garut tersebut sangat bangga bahkan berkomitmen dan mendukung event Garut Culture Festival digelar secara berkesinambungan. “Kami sangat apresiasi dengan kegiatan ini, semoga menjadi even tahunan dan dapat memberi manfaat besar bagi promosi pariwisata di Kabupaten Garut,” katanya saat membuka acara Garut Culture Festival.

Dibandingkan dengan daerah lain, harus diakui apabila seni budaya tradisional Garut belum mampu dikapitalisasi secara maksimal sebagai asset daerah yang bernilai ekonomis. Jadi, tidak berlebihan bila event Garut Culture Festival menjadi momentum untuk mempromosikan seni budaya tradisional khas Garut kepada masyarakat luas.

Begitu pula apresiasi atas digelarnya Garut Culture Festival datang dari seorang Komjen. Pol. Nanan Soekarna, Ketua Umum HDCI (Harley Davidson Club Indonesia) Pusat. Menurutnya, event besar semacam ini patut diberikan apresiasi dan didukung oleh semua elemen masyarakat, apalagi event ini menampilkan seni budaya tradisional sebagai ajang untuk mempromosikan pariwisata daerah Garut. Tidak heran, sepanjang pertunjukan beliau tampak sangat menikmatinya bahkan ikut larut, membaur bersama para penari dan penonton.

Adapun atas keikutsertaan HDCI Garut menjadi bagian dari kegiatan Garut Culture Festival yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, Komjen. Pol. Nanan Soekarna memberikan apresiasi dan rasa bangga. Menurutnya, melalui event ini HDCI Garut telah mampu menjadikan HDCI sebagai organisasi yang inklusif (membuka diri, lebih merakyat, tidak arogan), horizontal (bersatu, merangkul dan bekerjasama dengan semua elemen masyarakat), dan sosial (memiliki empati, rasa peduli, siap menolong sesama).

Apa yang menjadi misi HDCI, sebagaimana yang disampaikan Komjen. Pol. Nanan Soekarna, sejalan dengan tujuan digelarnya Hayu PICNIC Ka Garut Bike Week, yaitu bersatu, bersaudara dan bergoyang bersama, khusunya dalam pengembangan pariwisata Kabupaten Garut yang lebik baik. Kehadiran ratusan bikers ke kota Garut jelas merupakan sarana promosi potensi pariwisata yang sangat efektif. Dan lebih dari itu, melalui Garut Culture Festival, ratusan bikers dari berbagai komunitas berhasil dipersatukan penuh harmoni; bersama saat rolling thunder menyusuri kota Garut, menikmati alunan musik dan pertunjukan atraksi seni tradisional, mencicipi kelezatan Dodol Garut PICNIC bersama kopi dan teh asli Garut, serta puluhan jajanan khas Kota Dodol lainnya yang menggugah selera.

Sejatinya, Garut Culture Festival merupakan hajatan seluruh warga masyarakat Garut. Atas suksesnya event tersebut, H. Ato Hermanto, selaku penanggung jawab event mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada: seluruh jajaran panitia inti dan Sub Event yang telah bekerja keras tanpa lelah siang dan malam; Disbudpar Jabar, Pemerintah Daerah beserta unsur Forkopimda Kabupaten Garut yang telah mendukung penuh acara ini; para sponsor dari Dodol PICNIC, Super Adventure, Bank BJB, Asstro, yang memiliki andil besar dalam perhelatan ini; HDCI Indonesia, HDCI West Java, HDCI Garut dan komunitas motor besar dan motor kecil se-Jawa Barat yang telah menyemarakan acara ini; organisasi PHRI, AKAR, REDGUARD, KADIN Garut, para seniman, penggiat media sosial/pers, tokoh masyarakat dan semua pihak yang telah berkontribusi atas suksesnya acara ini.

Namun seperti pepatah mengatakan, tidak ada gading yang tak retak. “Saya minta maaf apabila dalam penyelenggaraan event ini terdapat kekurangan, atau ada hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan sebagaimana mestinya,” katanya. (***)

Editor: J Gunawan

BAGIKAN