Garut Dianggap Rawan Bencana, BPBD Harus Siaga 24 Jam

122
Ket foto: Saat pelaksanaan apel pagi di halaman kantor BPBD Garut.

GARUT, (KF).- Pelaksanaan apel pagi merupakan kewajiban setiap ASN Aparatur sipil negara atupun non ASN, selain untuk mendengar arahan pimpinan, apel pagi juga bermanfaat untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab bagi setiap ASN dilingkungan pemerintah Kabupaten Garut. Hal ini diungkapkan dr helmi budiman ketika menjadi pembina apel pagi di halaman Dinas BPBD Rabu (16/01/2019) Pagi.

Dr.Helmi budiman dalam amanatnya mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD kabupaten garut harus siap setiap waktu On time selalu memonitor ke setiap daerah dikarenakan kabupaten garut termasuk daerah rawan bencana Wabup juga menekankan kedisiplinan, prinsip kekeluargaan dan kekerabatan. BPBD adalah lembaga yang bekerja 24 jam tanpa mengenal hari libur untuk melaksanakan tugas-tugas termasuk didalamnya tugas-tugas kemanusiaan.

” BPBD harus on time memonitor ke setiap daerah mengingat Kabupaten Garut. merupakan salah satu daerah yang rawan bencana BPBD merupakan lembaga yang bekerja 24 jam tanpa mengenal hari libur,” ungkapnya

Selanjutnya, BPBD harus terus memantau dan memonitori tempat-tempat wisata.
Terlabih pada musin hujan sekarang ini pinta wabup, bisa jadi ada wisatawan yang berkunjung mengalami musibah hanyut atau tenggelam. Untuk itu, BPBD harus cepat tanggap dengan berbagai musibah yang terjadi.

Bila curah hujan lebih tinggi lagi terang wabup, BPBD harus selalu siap siaga 24 jam. Sebab bencana banjir akan terus mengancam, mengingat ada beberapa wilayah di Kabupaten garut yang selalu menjadi langganan kebanjiran seperti halnya di kecamatan cigedug dan sekitarnya.

‘’Bencana dan musibah itu datangnya tidak bisa diprediksikan dan tidak mengenal waktu. Setiap saat musibah itu bisa datang. Sekarang tinggal sejauh mana kita siap-siaga dalam penanggulangan bencana itu,’’terang Wabup

Laporan : Ogi

Editor : Indra R

BAGIKAN