Gas Elpiji 3 Kg Disebut Langka, Hiswana Migas Priatim Keberatan

119

Jurnalis : Tono Efendi

Tasikmalaya, (KF)- Ketua Hiswana Migas DPC Priangan Timur, H.Sigit Wahyu Nandika mengatakan, berdasarkan pantauan di lapangan dan masukan dari beberapa elemen masyarakat termasuk juga informasi dari media sosial, online dan cetak, ternyata masyarakat ikut panic buying dalam OP (Operasi Pasar) gas elpiji 3 kg yang digelar PT Pertamina dan Hiswana Migas DPC Priangan Timur di 30 kelurahan se-Kota Tasikmalaya, Kamis (8/12) kemarin. 

“Kita harapkan pemberitaan di media massa bisa lebih cerdas, menyejukan. Jangan sampai ada istilah langka karena itu menurut kamus besar sangat sulit didapat atau hampir punah,” ujar Sigit kepada media di Kantor Hiswana Migas DPC Priangan Timur, Jumat (8/12/2017) siang tadi.

Menurutnya, tidak ada kelangkaan gas elpiji 3 kg, tetapi keterlambatan pasokan. 

“Kita akui ada dibeberapa daerah, tapi secara global di Priangan Timur khususnya Pangandaran, Ciamis masih kondusif tidak ada rush, cuma satu atau dua lokasi yang saya tahu,” terangnya.

Setelah ada operasi pasar dengan harga Rp 16 ribu, lanjutnya, ternyata ada titik yang baru habis antara pukul 16.30-17.30 Wib. “Jadi kita juga dilihat juga pasokan di daerah sekitar, ternyata masih banyak,” katanya.  

“Hikmahnya, kita sekaligus juga pencerdasan kepada masyarakat bahwa untuk bisa membeli elpiji 3 kg tersebut dipersilahkan membeli di pangkalan terdekat,” tandas pria berjanggut ini. 

Ditambahkannya, dari 17 ribu tabung yang disediakan dalam OP tersebut, sekitar 70 persen tersalurkan kepada masyarakat. 

Disinggung terkait sanksi apa yang akan dikenakan pada pangkalan nakal dengan menjual gas elpiji 3 kg per tabung melebihi HET Rp 16 ribu, Sigit mengancam akan melakukan pemutusan hubungan usaha (PHU). 

Oleh karena itu, untuk Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi atau pengaduan terkait Gas Elpiji 3 Kg dapat menghubungi call centre Hiswana Migas DPC Priangan Timur di nomor 082118110077.

Editor: Van’s

BAGIKAN