GBR DPC Garut, Menggelar Tablik Akbar dengan Menghadirkan Ust.Sinyo

179
Ket foto: foto bersama usai menggelar Tablik Akbar. (Foto oleh: Ufu)

Jurnalis : Ufu/Tim

GARUT, (KF).-Komunitas motor sering dideskripsikan dengan geng motor dan premanisme yang sering berbuat onar dan brutal. Seperti yang sedang viral saat ini sebuah geng motor di Depok Jawabarat, yang menjarah Toko baju dan geng motor yang merampok Warteg serta melukai salah satu pengunjungnya.

Namun hal itu jauh berbeda dengan GBR (Grab on Road) DPC Garut, dibawah komando Restu Bahari (27) GBR atau Grab on Road yang bermaknakan (penguasa jalanan) yang dipandang negatif di masa lalu, hari ini membuktikan mampu melaksanakan kegiatan yg lebih baik lagi di masyarakat.

Restu Bahari dalam sambutan acara GBR your jannah yang diselenggarakan Jum’at (29/12) menyampaikan, pihaknya masih ingin menjadi penguasa jalanan
(Tetapi di jalan yang benar-red).

karena bukankah memang perintah itu yg termaktub dalam QS. Al Baqaroh: 148 dan Al Maa`idah: 48 Yang berbunyi “Fastabiqul Khairot”,

Ket foto: Ust.Sinyo dan Restu Bahari saat foto bersama.

Kegiatan Tabligh Akbar yang digagas GBR (Grab on Road) DPC Garut, di Kampung Cikancung, Desa Mekarhurip, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, tersebut diisi oleh penceraham asal bandung Ust.Sinyo. selain tablik Akbar GBR DPC Garut pun memberikan santunan terhadap anak yatim.

Hadir dalam kesempatan tersebut, GBR Se-kabupaten Garut, Perwakilan dari beberapa Ormas, Aparat Desa setempat, dan Muspika.

Tema “Grab Your Janah” maksud dan tujuan acara ini ingin merubah citra yang melekat pada diri kita selama ini yg sering kali di cap negatif, bahwa motivasi kita adalah surga bukanlah neraka.

GBR (grab on road) beberapa waktu kebelakang sempat dikenal dengan nama Garda Bangsa Reformasi di kabupaten Garut, hal itu diluruskan oleh Restu Bahari GBR dengan penggunaan nama Grab On Road sempat dilarang akibat pembubaran oleh Polda Jabar beberapa taun lalu, sehingga anak-anak yang aktiv di grab on road menggunakan nama garda bangsa reformasi dengan bentuk wadah LSM tetapi hari ini kita menggunakan nama Grab On Road dan akan berusaha mempertahankannya karena memaknai jalan yg kita ambil adalah jalan yang menuju kebaikan.

“meskipun bentuk organisasinya belum jelas apakah hanya sebatas komunitas atau club motor atau organisasi lain,” ucap Restu

Ket foto: Restu, saat menyampaikan sambutan.

Lanjut Restu, pihaknya siap menjadi wadah aktivitas bagi pemuda, karena masalah pemuda adalah masalah bersama, terbangunnya suatu daerah adalah bagaimana pemudanya, bahkan indikator kemajuan suatu bangsa adalah tergantung bagaimana kondisi anak mudanya.

“Saya harap bimbingan dan arahan tidak pernah lepas kepada kami, meski terkadang aliran darah mudanya ini terlalu kencang sehingga senang aktvitas-aktivitas yang menantang,” sebut Restu.

Editor: Indra R

BAGIKAN