Gerakan Alumni ITB Dukung Jokowi KH. Ma’ruf Amin Selenggarakan Nonton Bareng

23

KBB, (KF).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan bahwa masa kampanye Pilpres 2019 berakhir pada hari sabtu 13 April 2019 bersamaan dengan pelaksanakan Debat Kelima Capres – Cawapres yang mengusung tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi dan industri.

Debat yang disiarkan secara langsung oleh beberapa stasiun televisi ini penting untuk diikuti serta disaksikan masyarakat calon pemilih sebagai pedoman untuk menilai kapasitas dan kapabilitas para pasangan calon melalui paparan-paparan programnya dan menjawab permasalahan yang dimunculkan dalam debat tersebut.

Gerakan Alumni ITB Dukung Jokowi KH. Ma’ruf Amin menggelar acara Nonton Bareng atau Nobar bersama masyarakat secara terbuka di Kampung Areng Peuntas Desa Wangunsari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Nobar dilaksanakan di salah satu lahan kosong yang tidak jauh dari pemukiman penduduk sehingga walaupun acara belum dimulai dan dalam kondisi gerimis, masyarakat tetap antusias mendatangi lokasi nobar untuk menunggu acara dilaksanakan.

Utju Suiatna selaku Ketua Gerakan Alumni ITB Dukung Jokowi KH Ma’ruf Amin mengatakan, bahwa Acara Nobar ini sengaja dilaksanakan di daerah pedesaan karena menurutnya selain untuk meningkatkan perhatian dan tingkat partisipasi masyarakat pedesaan pada Pilpres 2019 dengan kualitas pemahaman terhadap para pasangan calon yang lebih baik, juga karena masyarakat desa umumnya lebih ‘guyub’ sehingga akan menjadi contoh kerukunan dan kebersamaan dalam menghadapi pilpres ini walaupun berbeda pilihan.

“Kita lihat kalau masyarakat dipedesaan itu lebih terbuka cara pandangnya dan lebih terbuka dalam menerima informasi. Kalau informasi yang sampai kepada mereka bernuansa mengkhawatirkan, atau memicu kemarahan maka mereka pun akan mudah dimanfaatkan atau diperalat untuk tujuan-tujuan politik sesaat yang merugikan mereka sendiri. Oleh karenanya kami turut terpanggil untuk menjadi bagian dari pihak yang menyampaikan informasi yang benar, menyejukkan dan mempersatukan. Terkait dengan Pilpres, hal ini juga sesuai dengan yang diingatkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo bahwa Pesta Demokrasi adalah Kegembiraan . Kita lihat sendiri disini, mereka menonton debat Pilpres ini yang sebetulnya agak panas, dengan sikap yang tenang sambil menyeruput kopi, menikmati bandrek dengan singkong gorengnya juga mengobrol dan bercanda sesama mereka karena kita kondisikan acara nobarnya ini dengan kegembiraan”, ungkapnya

Utju menjelaskan lebih lanjut.
Untuk memperkuat suasana kegembiraan dalam acara nobar ini dengan tidak mengenyampingkan sisi edukasinya, penyelenggara mengadakan games pada saat jeda iklan diantaranya dengan meminta penonton menyebutkan berbagai hoax atau kabar bohong yang beredar baik yang menimpa paslon 01, paslon 02 maupun penyelenggara pemilu yang ditanggapi dengan penuh semangat oleh para penonton nobar.

Pada puncaknya saat jeda iklan menjelang pernyataan penutup dari para paslon, penyelenggara melemparkan tantangan kepada penonton untuk berorasi secara singkat dengan menirukan gaya bicara Capres Joko Widodo dan Capres Prabowo Subianto. Dengan menirukan gaya bicara Capres Joko Widodo yang mengundang tepuk tangan dan gelak tawa para penonton, Yayat yang maju menerima tantangan tersebut mengatakan agar menjadikan Pilpres ini sebagai pesta demokrasi yang menggembirakan .

”Rakyat Indonesia yang saya cintai, pada malam ini saya selaku Calon Presiden menghimbau agar semua rakyat Indonesia dalam pemilihan presiden ini menjadikannya sebagai pesta demokrasi yang menggembirakan bagi seluruh rakyat Indonesia. Jangan saling memaki, jangan saling menghina karena budaya kita adalah budaya timur yang santun”. Ucapnya

Tidak kalah semangatnya, Encu dengan menirukan gaya bicara Capres Prabowo Subianto mengajak untuk datang ke TPS dengan tertib.

“Saya, Prabowo Subianto Calon Presiden Republik Indonesia mengajak saudara-saudara sekalian agar pada hari rabu tanggal 17 April 2019 hadir ke TPS dengan aman dan tertib untuk melaksanakan pemilihan presiden“, ujarnya. (***)

BAGIKAN