Gerakan Alumni ITB Gelar Kegiatan Lomba Mewarnai.

116

GARUT, (KF). – Menjelang pesta demokrasi Pemilu 2019 mendatang, berbagai dukungan dilakukan sejalan dengan agenda politik tingkat daerah. Seperti yang dilakukan Gerakan Alumni ITB yang menggelar kegiatan lomba mewarnai dengan Tema “Anak Indonesia Harapan Bangsa Untuk Indonesia Maju”.

Kegiatan yang dilaksanakan di GG Sport Centre kp. Cisitu Jl. Raya Bayongbong. Garut, Sabtu (02/03 2019) siang. Pantauan dilapangan, Animo masyarakat untuk mengikuti lomba ini sangat tinggi, jumlah pendaftar selama seminggu masa pendaftaran mencapai 300 anak lebih, namun karena keterbatasan tempat yang diperkirakan hanya mampu menampung 250 peserta seperti jumlah maksimum peserta dalam perencanaan, akhirnya beberapa peserta terpaksa tidak diterima pendaftarannya.

Utju Suiatna, Ketua panitia lomba yang juga sekaligus sebagai ketua Gerakan Alumni ITB Dukung Ir. H.Joko Widodo – Prop Dr. KH (HC) Ma’ruf Amin. Mengatakan dirinya mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan lomba mewarnai dengan tujuan berbagi kegembiraan dan kemanfaatan dengan anak-anak di wilayah kabupaten Garut, ditengah suasana masyarakat yang dirasakan agak terpolarisasi menjadi dua kutub diwaktu-waktu sekarang ini.

“Kami berharap aktivitas yang terfokus pada pengembangan potensi anak-anak kita secara bersama-sama dari kutub yang mana yang berpartisipasi. Dan saya yakin kondisi ini akan segera kembali membaik. Dan tentunya lingkungan dengan kondisi baik akan berdampak baik juga kepada anak-anak kita. Namun sebaliknya bila lingkungannya tidak baik, tidak kompak, tidak kondusif tentunya akan berdampak buruk juga kepada anak-anak kita,” Katanya.

Mengenai materi lomba yang sepertinya lebih banyak mengangkat dan
memperkenalkan berbagai macam profesi pada gambar-gambar yang diwarnai, utju menyampaikan bahwa ada pesan yang ingin disampaikan untuk masukan sebagai bahan koreksi kepada dunia pendidikan di negara kita. Dulu kita sering ditanya oleh guru ataupun orang tua mau jadi apa kelak cita-citanyamu nak ?…

“Kami berpandangan alangkah baiknya pola pikir kita dan anak-anak ini dirubah atau digeser dari semula ingin menjadi ini atau itu ditengah masyarakat, menjadi ingin berbuat ini atau itu untuk kemanfaatan masyarakat. Contohnya, kalau pola pikirnya ingin menjadi dokter atau ingin jadi anggota DPR atau ingin jadi PNS, maka bisa jadi untuk mencapai keinginan terhadap profesi tersebut segala macam cara akan dilakukan walaupun misalnya menggunakan cara-cara yang tidak baik. Kemudian setelah keinginannya tercapai maka bisa jadi tidak bekerja dengan sebaik-baiknya karena keinginannya sendiri sebetulnya sudah tercapai, atau malah melawan hukum dengan melakukan korupsi, manipulasi dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Masih Kata Utju, Berbeda misalnya dengan memiliki keinginan agar masyarakat sehat maka yang akan dilalui bisa menjadi dokter, atau perawat, atau peneliti, atau produsen peralatan kesehatan, atau produsen obat-obatan atau pemilik rumah sakit karena yang menjadi tujuan adalah karya atau pengabdiannya. Dengan demikian ketika menjalani suatu profesi pun maka yang akan dilakukan adalah untuk mencapai pengabdian dalam karyanya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ditempat yang sama, Susiana ketua Pitaloka Garut yang juga sebagai tim TKD Kabupaten Garut dari Partai Golkar menyampaikan kegiatan ini dalam rangka pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin bekerjasama dengan alumni ITB dalam mengadakan lomba mewarnai, di samping itu selain melomba mewarnai juga sekaligus mensosialisasikan untuk kepentingan pilpres juga dan yang diwajibkan datang adalah ibu ibu atau orangtua siswa sebagai pendamping anak.

“Kami mengakomodir sebanyak 14 Paud dari dua kecamatan yaitu dari kecamatan Cilawu dan Kecamatan Bayongbong, dan alhamdulillah responnya sangat baik dari Paud maupun RA juga para orangtua siswanya,” Ucapnya

Susiana yang akrab dipanggil Susan ini mengatakan ada beberapa agenda yang kita gelar salah satunya agenda lomba mewarnai, menggambar terus ada juga agenda lain nya, untuk kedepan ada agenda lomba qori, lomba salawat dan lomba dai cilik.

“Kita akan konsen ditataran usia paud, RA, TK dan sementara untuk dai cilik akan diselenggarakan di tingkat SD,” Jelasnya.

Ditempat terpisah, Weni (30 thn) orang tua siswa yang ikut dalam lomba tersebut mengaku senang ikut terlibat dalam Perlombaan tersebut.

“Alhamdulillah saya sebagai orang tua tentunya ikut senang anak saya bisa mengikuti kegiatan lomba mewarnai ini, selain gratis banyak pula hadiah – hadiahnya,” ungkapnya. (J.Gunawan)

Editor ; Indra R

BAGIKAN