Gerakan Tangan Jahil, Ruksak Aksesoris Taman Kota, Taman Alun-Alun Menjadi “Aman AL N-A UN”

52
Ket foto: Nampak Tulisan Taman Alun-alun yang tidak lengkap, (Ket foto : istimewa)

GARUT, (KF).- Gerakan tangan jahil (GTJ) hingga kini masih aktip merusak aksesorisdi sejumlah taman kota diwilayah Perkotaan Garut. Seperti yang terpantau diwilayah taman alun-alun kabupaten Garut, nampak beberapa hurup ornamen tulisan taman alun-alun, pagar, lampu hias, pot bunga nampak rusak bahkan sebagian hilang.

Kondisi tersebut terjadi sudah cukup lama. Namun anehnya hingga akhir Desember ini belum ada tanda tanda akan diperbaiki. Padahal, di musim liburan ahir tahun ini dipastikan akan banyak warga dari luar yang berkunjung ke Garut.

Karena bagaimanapun Kabupaten Garut tentunya merupakan salah satu tujuan wisata. Berdasarkan pantauan wartawan, di Lapang Otto Iskandar Dinata Alun-alun Garut terdapat dua tulisan Taman Alun-Alun. Yang satu hurup ‘T’ nya hilang sehingga dibaca Aman Alun-Alun. Namun di tulisan yang satunya lagi ada beberapa hurup yang hilang. Tulisan Taman hilang hurup “T” nya, dan tulisan Alun-Alun hilang hurup “U” dan “L” nya sehingga dibaca Aman Al NA Un. Begitu pun dengan kondisi sebagian pagar yang mengelilingi lapangan Alun-alun tersebut.

Di beberapa bagian terdapat pagar besi yang dihalangi bambu diikat pakai benang rapia. Sementara pot bunga yang berada di atas trotoar di sejumlah lokasi sudah mulai bersih karena hancur di rusak. Namun masih terlihat pula pot bunga rusak tetapi dibiarkan begitu saja sehingga terlihat kumuh.

Sementara itu, Kasie Pertamanan Pada Dinas Lingkungan Hidup (LH Kabupaten Garut, H. Dadan Ramdhani mengatakan, dikawasan Perkotaan Garut tak hanya pot bunga saja yang dihancurkan, melainkan sarana lainnya seperti Vertikal Garden, Lampu Hias, Tempat Duduk dan ornamen hiasan dikawasan alun-alun serta sejumlah taman pun hancur akibat gerakan tangan-tangan jahil.

“Kami sudah beberapa kali mengganti dan memperbaiki hurup tulisan taman alun-alun tersebut. Setelah diperbaiki tak begitu lama rusak lagi, hilang lagi.Kami juga sudah jengkel .” kata Dadan di ruang kerjanya, Jumat (21/12/2018) siang.

Ia menilai, kalau masyarakat hanya selfi di taman itu tidak mungkin hurupnya akan rusak apalagi hilang.

“Tetapi kalau sampai rusak, Saya rasa itu disengaja. Kami juga sudah melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib yakni ke Kepolisian Sektor setempat, dan Satpol PP. Ini murni sengaja dirusak, karena tidak mungkin pot bunga, aksesoris taman, pagar itu hancur karena angin,” Katanya.

Lanjut Dadan, dikawasan perkotaan terdapat 26 taman kota, dua di antaranya di luar perkotaan. Pot bunga, vertikal garden, dan hiasan taman lainnya dipasang pada tahun 2015 lalu, dan harusnya sampai tahun ini masih utuh.

“Namun begitu dalam waktu dekat ini beberapa bagian yang rusak ditaman kota itu akan segera diperbaiki,” jelas Dadan. (***)

Editor : Indra R

BAGIKAN