Gilar Nova Renaldi, Mendesak DPRD Garut Segera Membentuk Tim Pansus Terkait Permasalahan Pasar Samarang.

56
Ket foto: Gilar saat dijumpai sejumlah wartawan, Senin (5/11) Siang.

GARUT, (KF).- Sekretaris Jendral, (Sekjen) Ormas Daboribo Garut, Gilar Nova Renaldi, mendesak pihak DPRD Garut agar segera membentuk Tim Pansus. Hal itu menyusul permasalahan terkait dugaan jual beli kios yang terjadi di Pasar Samarang, Kecamatan Samarang Kabupaten Garut Oleh sejumlah oknum Dinas perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kab.Garut.

“Kami jelas meminta DPRD segera membentuk Pansus, jangan sampai oknum-oknum di Disperindang dan ESDM yang melakukan penjualan kios diluar aturan kebal hukum. Adapun oknum Disperindag yang diduga kuat melakukan kejahatan koorporasi dari data kami diantaranya Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Pasar Samarang yang telah pensiun yakni bu Tatik, serta bu Cucu dan bu Nur yang telah dimutasi ke Disperindag”, ujar Gilar kepada sejumlah wartawan. Senin (5/11/2018) Siang.

Lanjut ia, pihaknya akan terus membongkar oknum dari Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) dan ESDM Kabupaten Garut yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi di Pasar Samarang.

“Modus mereka cukup brilian, dimana oknum tersebut menggunakan tangan orang lain untuk melakukan pemalsuan dokumen dan menjual kios,” jelas Gilar

Diakui Gilar, pihaknya sudah melakukan investigasi bahkan beberapa bukti yang bisa dijadikan alat sudah dikantonginya.

“Tentu kami sudah mengantongi bukti-bukti yang nanti bisa dijadikan alat bukti oleh APH sebagaimana diatur dalam pasal 184 KUHAP ayat (1) untuk dibuka dimuka persidangan”, Katanya.

Sementara ditempat terpisah Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Achmad Ramdani, menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak atas kejadian ini, tetapi sesuai intruksi pimpinan pihaknya telah membentuk tim investigasi, dan dari hasil investigasi Gabungan yang dilakukan oleh Disperindag ESDM dan salah satu ormas, tidak ditemukan adanya jual beli kios yang dilakukan oleh Pemkab Garut.

“Adapun alih fungsi kepemilikan kios dari pemilik izin kepada yang lain itu diluar sepengetahuan Disperindag ESDM, itu antara person to person, oleh karena itu Kami memohon maaf apabila ada oknum Disperindag yang mungkin saja terlibat itu bukan atas arahan atau intruksi kedinasan Disperindag ESDM tetapi perseorangan atau oknum”, Terang Achmad kepada wartawan. Selasa (6/11/2018) siang.

Lanjut ia, saat ini Disperindag akan menarik buku izin kepemilikan karena kios tersebut milik Pemkab Garut.

“Seperti yang saat ini sedang Kami lakukan yaitu menarik 32 kios yang kepemilikannya tidak jelas atau ditempati oleh bukan pemilik izin yang resmi terdata di Disperindag, penarikan buku kepemilikan sedang berlangsung dan sudah 2 orang pedagang yang sudah menyerahkan, Kami lakukan itu hingga satu bulan ke depan”, Katanya

Lanjut Achmad, Pasar samarang Garut terdiri dari 560 Kios/los sesuai hasil Validasi awal sebelum pembangunan, serta 24 kios yang dimiliki oleh pemkab Garut.

“Namun dari 560 Kios/ los ada 32 kios yang menjadi akar permasalahan yang terjadi saat ini, makanya Kami mengeluarkan Surat Perintah untuk mengambil buku kepemilikan kios tersebut oleh Pemkab Garut sebagai pemilik Kios, sementara 24 kios milik Pemkab Garut masih kosong dan kuncinya ada di Kami”, ucapnya.

Diakui Achmay, hal ini sudah merebak sejak lama, berawal dari laporan salah satu LSM dengan pengaduan yang sama, sehingga Disperindag membentuk Tim investigasi gabungan antara Disperindag, Iwapa dan LSM itu.

“Hasil investigasi telah tertuang dalam bentuk laporan dengan ditandatangani oleh seluruh unsur yang terlibat termasuk LSM yang melaporkan, sehingga keluarlah surat perintah penarikan buku kepemilikan kios oleh Pemkab Garut sebagai Pemilik Kios Pasar Wisata Samarang”, Jelas Achmad yang Akrab disapa Dani menutup pembicaraan.

Laporan : J.Gunawan

Editor : Indra R

BAGIKAN