GOR Ciawitali Dipastikan Tak Bisa Digunakan Porkab

349
H.Deden Rohim

KF,–Banyak pihak memprediksi pengerjaan proyek Gedung Olahraga (GOR) Multifungsi Ciateul-Ciawitali Garut, tidak akan selesai sesuai waktu, yakni pada akhir Desember 2016. Mengingat tenggat waktunya kurang dari dua bulan, sedangkan untuk finishingnya masih jauh dari harapan.
Lambannya pengerjaan pembangunan sarana Gedung Olahraga (GOR) di Kabupaten Garut itu, disesalkan para insan olahraga. Diantaranya diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Garut, H. Deden Rohim.
Pengusaha yang juga pengurus KONI Kabupaten Garut itu, menyesalkan lambatnya pengerjaan proyek GOR tersebut, sebab Kabupaten Garut akan menggelar pada akhir bulan Desember nanti, Kabupaten Garut akan mengadakan hajatan besar Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) pada pertengahan Desember nanti. Diapstikan GOR yang katanya akan jadi kebanggaan warga Garut itu tidak akan dipergunakan sebagai tempat pelaksanaan beberapa cabang olahraga.
“Kalau begini siapa yang rugi? kan insan-insan olah raga,” katanya saat ditemui di tempat kerjanya yang berada di Jalan Rancabango, Desa Rancabango Kecamatan Tarogong Kaler.
Menurutnya, selain keterlambatan dalam pengerjaannya, ia pun menyesalkan sikap pemerintah dalam hal ini pejabat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang tidak melibatkan stakeholder dari pelaku atau insan olah raga termasuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut dalam perencanaan pembangunan sarana olah raga tersebut.
Pria yang kerap disapa Jiden itu, menilai, performa GOR yang belum selesai itu masih diluar harapan, dimana GOR yang diperuntukan sebagai venue olahraga, lebih menyerupai gedung untuk hajatan. “ Yang sangat disayangkan itu sikap Pak Kuswendi (Kadispora-red) yang tidak mau melibatkan insan plahraga, atau KONI dalam merencanakan GOR ini. Kan yang mengerti akan kebutuhan sarana dan fasilitas GOR itu orang KONI, yang akan jadi user, masa bentuk GOR siga gedung buat hajatan,” sesalnya.

Jiden pun menyesalkan sikap Pemerintah Kabupaten Garut, yang lebih memilih pengusaha luar Garut untuk pembangunan proyek-proyek besar dan monumental, ketimbang pengusaha pribumi. Padahal kata Deden, pengusaha Garut pun banyak yang kompeten, bahkan dipakai oleh perusahaan asing, seperti PT, Chevron untuk mengerjakan proyek-proyek besar, yang nilainya puluhan miliar rupiah.
“ Sayangnya pemerintah lebih memilih pengusaha luar Garut, padahal di Garut juga banyak yang sudah berstandar ISO dan dipakai perusahaan asing. Buktinya bagaimana? Ternyata pengusaha dari luar itu kan tidak bisa mengerjakan sesuai waktu
Menurut pengusaha kontruksi asli Garut ini, hanya Kabupaten Garut lah yang belum memiliki sarana olahraga yang memadai. Padahal letaknya sangat dekat dengan Ibu Kota Jawa Barat,Bandung.” “Di Jawa Barat ini satu satunya yang tidak punya apa apa itu Garut, padahal Garut paling dekat dengan ibukota jawa barat, Bandung. Makanya di PON kemarin, Garut hanya jadi penonton, karena tidak ada venue,” katanya. (Jay).

BAGIKAN