H.Asep,SH. : “Penahanan Oknum ASN Pemkot Tasik, Itu Kewenangan Jaksa”

123

Jurnalis : Tono Efendi

Kota Tasikmalaya, (KF).- Pasca penahanan oknum ASN berinisial SS (46) staf fungsional Auditor di Kantor Inspektorat Kota Tasikmalaya, Selasa (6/2/2018) lalu oleh Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, merupakan langkah profesional para penegak hukum di Kota Tasikmalaya.

“Penahanan tersangka SS itu merupakan  kewenangan Jaksa Penuntut Umum, jadi bukan atas permintaan pihak tertentu, dan langkah ini sudah sesuai prosedur hukum yang berlaku,”  ungkap H.Asep Heri Kusmayadi salah satu anggota Kuasa Hukum Korban FG (56) dari  Lembaga Hukum dan Hak Asasi Manusia Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, kepada koran-Fakta, Kamis (8/2/2018) sore tadi dikantornya.

Lebih lanjut H.Asep menyatakan,
kasus ini sekarang sudah masuk tahap dua, setelah dilimpahkan dari tim penyidik Polresta Tasikmalaya, kemudian diserahkan ke Kejaksaan, lalu, tersangka SS kini sudah dititipkan di lapas Tasikmalaya sejak Selasa (6/2/2018) kemarin.

Oleh karena itu, dalam kasus ini Kuasa Hukum FG menegaskan, bahwa FG didampingi dan dibela oleh para advokat yang tergabung dalam Lembaga Hukum, bukan perorangan.

“Saat ini proses selanjutnya kita sedang menunggu awal persidangan, dan kasus ini akan digelar di Pengadilan Tinggi Kelas I B Tasikmalaya dalam beberapa waktu dekat ini,” katanya.

Asep kembali menegaskan, dalam kasus ini bukan perkelahian atau adu jotos seperti yang diberitakan pihak lain, akan tetapi murni tindak pidana penganiayaan, tegasnya.

Korban FG kini tengah ditangani serius  oleh Lembaga Hukum dan Hak Asasi Manusia Muhammadiyah Kota Tasikmalaya,  yang  terdiri dari, H.Ecep Nurjamal SH MH, H.Asep Heri Kusmayadi, SH, Mohamad Agis Permana Wijaya,SH , Aas Muhamad Ikhlas SH, Dani Safari, SH, Ecep Sukanagara S.Pd, SH, M.Hidayat,SH

Sebagaimana diketahui dan di beritakan Koran-Fakta.com beberapa waktu lalu, SS diduga telah menganiaya FG atasannya sendiri yang menjabat sebagai pejabat struktural Irban III . Bahkan dengan kejadian tersebut, korban FG sempat dirawat inap beberapa hari disalah satu Rumah Sakit swasta di Tasikmalaya.

Akibat penganiayaan itu, korban pun melaporkan SS ke pihak kepolisian. Dari data yang dihimpun, tersangka SS bisa dijerat pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 2,8 tahun.

Editor: Van’s

BAGIKAN