Hadiri Deklarasi Kebangsaan, Ketum MKI Sampaikan Sambutan Di Pontren Fauzan Sukaresmi

128
Ket Foto : Rd Irfan ketua umum Mahasiswa Keguruan Indonesia saat menyampaikan sambutan. (Foto istimewa).

Koran-Fakta.Com (KF).- Bertempat di pondok pesantren Fauzan kecamatan Sukaresmi kabupaten Garut, Kamis (20/02) ketua umum Mahasiswa Keguruan Indonesia (MKI) hadiri acara deklarasi penguatan nilai-nilai Pancasila melalui budaya untuk memperkokoh NKRI yang diselenggarakan oleh pesantren Fauzan, Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG), LSM Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah, dan LSM Generasi Anti Narkotika Nasional.

Dalam sambutannya, Raden Irfan NP selaku ketua umum MKI sekaligus mewakili unsur pemuda dan mahasiswa menyampaikan bahwa sosialisasi paham kebangsaan tidak akan pernah lekang dimakan usia.

“Ini perlu saya sampaikan, sosialisasi paham kebangsaan itu bukan saja bertolak pada upaya bagaimana agar kita dapat setia dalam mempertahankan Pancasila, melainkan juga Pancasila itu harus terinternalisasi menjadi roh semangat dalam mengisi kemerdekaan,” ujarnya.

Menurut Raden, tantangan kita saat ini adalah adanya paradigma the and of ideology atau kematian ideologi suatu bangsa yang perlahan muncul didengungkan kepermukaan.

“Jangan sampai generasi kita mempunyai pemikiran: tanpa Pancasila, Indonesia bisa jalan. Ini keliru.” Ucapnya.

Maka dari itu, menurutnya penguatan paham kebangsaan harus bersifat edukatif. Dimana sosialisasi itu berorientasi pada membuka nalar logis, sehingga nalurinya merasa terpanggil dan dirinya akan mengiyakan bahwa Pancasila harus kita pertahankan. Sisi terpenting lainnya menurut Raden adalah ajakan untuk bergerak bersama dalam mengisi kemerdekaan.

“Jangan sampai ada kejadian, Pancasila kita mampu pertahankan, tapi kita sebagai subjeknya tak bisa berbuat apa-apa untuk memberikan kontribusi terhadap kemajuan bangsa.” Cetusnya lagi.

Dirinya pun menghimbau kepada para santri yang hadir agar tidak pernah lelah dan letih untuk tetap semangat belajar menimba ilmu serta patuh kepada kiyai sebagaimana hal itu merupakan adat ketimuran kita sebagai bangsa yang beragama.

“Santri harus bisa membuktikan bahwa dirinya siap untuk menjaga bangsa, agama dan ulama. Dan saya yakin bahwa suatu saat nanti santri akan menjadi pemimpin bangsa.” Pungkasnya.

Turut hadir memberikan sambutan sesepuh pondok pesantren Fauzan, KH. Aceng Abdul Mujib, Bupati Garut diwakili oleh Kaban Bakesbangpol Garut, Wahyudijaya, M.Si, Kapolres Garut AKBP Dede Yudi Ferdiansyah didampingi Wakapolres Garut, Kepala Pengadilan Negeri Garut, pihak Kejaksaan Negeri Garut, perwakilan dari Korem 062 Tarumanegara sekaligus mewakili Kodim 0611 Garut oleh Kasdim 0611 Garut Mayor Hamzah, Ketua MUI kabupaten Garut K.H. Aceng Munir, Ketua Tanfidziah NU Garut, Forkopimcam Sukaresmi dan Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut.

Jelang selesai sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap yang dipimpin langsung oleh K.H. Aceng Abdul Mujib sekaligus penandatanganan fakta integritas (integrity fact) dari masing-masing perwakilan.

Acara yang dimulai pada pukul 20:20 WIB tersebut ditutup dengan penuh khidmat  pada sekitar pukul 01:00 WIB dini hari. (***)

Editor : Indra R

BAGIKAN