Harga “Cengek” Tinggi Petani Hati-Hati

275

Foto: jenis cengek (net)
Foto: jenis cengek (net)
GARUT-(KF),- Tingginya harga cabai atau “cengek” di pasaran, membuat para petani cabai lebih hati-hati menjaga lahan pertaniannya. Pemberian pupuk, pestisida dan keamanan kebun lebih diintesifkan demi hasil panen terbaik. Kendati harga di pasaran melejit, namun keuntungan bagi para petani tak terlalu signifikan. Karena saat musim hujan seperti sekarang ini, proses penanaman cabai dinilai sulit dan beresiko.

Seperti diutarakan Muhidin (47), petani cabai asal Kampung Pasirmuncang, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, mengatakan, harga cabai saat ini dinilainya sangat bagus bagi kalangan petani. Harga di pasaran terbilang harga paling bagus dari beberapa waktu sebelumnya.

“Sekarang harga cabe per Kilogramnya memang lagi bagus kalau buat petani mah. Makanya tanaman lebih dijaga biar panen banyak,” katanya.

Selain memberikan pupuk menjelang panen, dirinya lebih mengintensifkan pemantauan dan penjagaan lahan kebunnya. “Ya kalau udah siap panen, ada saja yang iseng metik-metik cabai tanpa izin. Jadi lebih dipantau lah sehari 3 kali, sambil ngiuhan di kebon,” pungkasnya.

kata Susi (41) Petani cabai lainnya di Desa Jati Kecamatan Tarogong Kaler, meski kenaikan harga cabai sampe 3 kali lipat di pasaran, keuntungan petani tidak begitu sama dengan hitungan pasar.

“Ya meski harga di pasar sampe Rp 90 ribu per kilo, tapi keuntungan di petani tidak tiga kali lipat, tapi tetep untung, paling besar 1,5 sampai 2 kali lipat dari normalnya. Karena musim hujan kemarin dan sekarang juga masih, banyak juga yang gagal panen karena busuk,” ungkapnya.

Disebutkannya, perkiraan panen seluruhnya 2 ton, ternyata setelah memasuki panen, hasil cabai yang ditanamnya hanya 1,2 ton. “Karena tadi cuaca yang kurang mendukung kalau hujan. Cuman untungnya harga lagi bagus, bisa tetep ambil bati,” ujarnya.

Saat ini pihaknya menjual hasil panen cabai berkisar Rp 20 ribu sampai 30 ribu kepada bandar. “Mungkin bisa mahal itu ditambah ongkos kirim dan pasokan sedikit, jadi bandar juga main harga,” pungkasnya.(Jay).

BAGIKAN