Hari Anti Korupsi Internasional, Kejari Tasikmalaya Berhasil Ungkap Kasus Milyaran Rupiah

243

Kota Tasikmalaya, (KF)- Hari Anti Korupsi Internasional yang serentak di laksanakan di seluruh Indonesia pada hari ini, Senin 10 Desember 2018, ternyata membawa pengalaman tersendiri khususnya bagi institusi Kejaksaan.

Seperti halnya Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, dimana di Hari Anti Korupsi Internasional, ada beberapa catatan capaian prestasi yang diraih dalam mengungkap beberapa kasus yang terbilang cukup fantastis bagi sebuah kantor kejaksaan di tingkat Kota/kabupaten.

“Rasanya untuk kejaksaan diwilayah Priangan, capaian prestasi kami dan rekan rekan di lingkungan Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, terbilang cukup berhasil mengungkap beberapa kasus yang nilainya Milyaran rupiah,” ungkap Kepala Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Selamat Simanjuntak SH,MH saat bincang bincang dengan Jurnalis koran-fakta.com, diruang kerjanya, Senin (10/12/2018) siang tadi.

Menurut Salamat, capaian prestasi itu diantaranya, mengungkap kasus lingkar Utara dan Penggeledahan kantor Bank BTN Tasikmalaya terkait dugaan kredit fiktif.

“Hari ini Senin (1//120/2018) digelar sidang perdana kasus aliran dana lingkar Utara yang merugikan uang negara Rp.3,2 M dan terbaru mengungkap kasus dugaan kredit fiktif di Bank BTN Tasikmalaya dengan kerugian uang negara ditaksir Rp.6 M, dan ini berkat kerjasama rekan rekan di Kejaksaan juga tentunya, ” jelas Salamat yang ketika itu didampingi Kasie Intel Widi Wicaksono, SH.

Terkait aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa dalam rangka Hari Anti Korupsi Internasional di Kota Tasikmalaya, Salamat menilai aksi mahasiswa seperti PMII yang digelar didepan kantornya, masih dianggap wajar dan pihaknya sangat memahami dan menghargai aksi mahasiswa.

“Saya sangat apresiasi kehadiran teman teman dari PMII saat aksi demo barusan, karena dulu waktu saya masih mahasiswa, sama seperti mereka mereka dalam menyuarakan aspirasinya. Normatif dan sah sah saja di alam demokrasi ini, asalkan aksi tersebut tidak anarkis serta masih dalam norma norma,” ucapnya.

Namun demikian, Salamat berharap agar aksi mahasiswa di jaman milenial saat ini perlu memperhatikan beberapa aspek serta mainsate yang harus diperhatikan .

Ada tiga hal yang harus diperhatikan terutama mainsatenya yang harus dirubah. Diantaranya, karakter budaya, bertindak harus dirubah, dan yang terakhir adalah perilaku, imbuhnya.

“Oleh karena itu kita bersama jajaran kejaksaan sebisa mungkin harus bisa berupaya mengarahkan ke arah yg lebih profesional terhadap teman teman mahasiswa, apalagi kehadiran kita (kejaksaan) sama sama menginginkan Jangan Kotori Kota Tasikmalaya dengan Korupsi,” tegasnya.

Yang terpenting Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya akan terus berkomitmen untuk membasmi bahkan tidak akan ada ruang sedikitpun bagi mereka mereka yang akan melakukan tindak korupsi di Kota Tasik. Jangan main main dengan Korupsi pokoknya kita akan sikat dan basmi sekecil apapun, pungkas nya.

Jurnalis : Tono Efendi

BAGIKAN