Hari Ini, Bupati Garut Lantik 89 Kepala Desa

42

Koran-Fakta.com, (KF).-Bertempat di lapang Setda Kabupaten Garut, Jalan Pahlawan Garut Bupati Garut, Rudy Gunawan melantik 89 kepala desa dari, saat apel pagi Senin (02/12/2019)

Mereka yang dilantik ini merupakan hasil Pemilihan Kepala Desa serentak gelombang III yang digelar pada 5 November 2019 lalu. Dari 421 total jumlah desa yang ada, 125 desa diantaranya mengikuti pelaksanaan Pilkades serentak. Sedangkan sisanya masih belum menggelar pemilihan karena masa jabatannya belum habis.

Dari informasi yang diterima Koran-Fakta.com, Dari 125 kepala desa hasil pilkades terpilih, baru 89 desa yang dilantik Bupati Garut diantara nya 87 kades terpilih hasil pilkades dan 2 PAW. Sedangkan sisanya rencananya akan dilantik pada tahun 2020

Dalam sambutannya Bupati Garut Rudy Gunawan menyampikan kepada kepala desa terpilih agar bisa memajukan desanya, mengoptimalkan pajak, memanfaatkan dana desa sebaik mungkin dan menciptakan lapangan pekerjaan melalui BUMDes. Kades yang dilantik, imbuh Rudy, bisa segera bekerja sesuai dengan program kerja yang telah disusun, juga lebih berfikir inovatif dalam mengangkat potensi desa setempat.

“Sesuai peraturan, Kepala Desa akan menjabat hingga enam tahun mendatang, untuk itu segera lakukan tugas sesuai programnya masing-masing. Saya juga minta lebih inovatif, dan angkat potensi desa. Anggaran dana desa tambah besar, baik dari DD maupun ADD, akurasi penggunaan anggaran harus sebaik-baiknya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Garut.

Rudy mengungkapkan, pelaksanaan pilkades serentak di Kabupaten Garut aman dan tentram. Momentum ini harus menjadi awal titik pengabdian bagi para kepala desa di wilayahnya masing-masing.

“Desa harus memiliki peran terdepan ketatanegaraan pemerintahan di Kabupaten Garut. Desa terdepan daripada kebijakan negara, sehingga kreativitas dan sumber daya manusia harus ditingkatkan untuk meningkatkan pengabdian pembangunan di Kabupaten Garut,” katanya.

Bupati Garut juga berharap setiap kepala desa dapat mengoptimalkan realisasi penerimaan Pajak. Sehingga dengan demikian dapat diterima oleh wajib pajak serta terus memberikan pembinaan kepada warga masyarakat tentang pentingnya membayar pajak PBB-P2.

“Saya mengimbau kepala desa dapat memantau penyampaian SPPT PBB-P2 tersebut. Hal itu dikarenakan pemerintah Kabupaten Garut masuk delapan Kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang lambat membayar pajak padahal Pemkab Garut telah menganggarkan dana bagi hasil pajak dan retribusi daerah kepada desa,” pungkasnya ( J Gunawan)

BAGIKAN