Helmi Budiman, Meninjau Langsung Lokasi Banjir di Banjarwangi

37
Ket Foto : Nampak sejumlah relawan yang membantu guna membersihkan material tanah diwilayah rumah warga yang terkena dampak akibat banjir. (Foto istimewa)

Koran-Fakta.com (KF). – Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, meninjau langsung lokasi bencana banjir di Desa Dangiang, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Selasa (9/1).

dr. Helmi terjun langsung ke lokasi bencana bersama SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, dan Dinas Sosial (Dinsos) Garut beserta relawan lainnya.

“ Kami mendapatkan informasi tadi malam jam 4 (8/2/2021) terjadi banjir di Desa Dangiang, kami langsung mengirimkan tim dari BPBD (dan) Dinas Sosial kemudian juga tentu tim dari kecamatan juga sama saya terjun langsung ke lapangan dan sampai hari ini mereka masih bekerja,” ujar Wabup Garut.

Wabup Garut menyampaikan tidak ada korban jiwa ataupun penyintas yang sakit dalam bencana ini.

“ Tentu kami mencari di sini yang pertama adalah Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, kemudian tidak ada korban yang sakit karena banjir bandang saya cari barusan langsung melihat ke lokasi,” ucapnya.

Ia mengatakan banyak barang-barang warga seperti peralatan dapur, pakaian, dan tempat tidur terbawa hanyut oleh banjir ini.

“ Jadi memang di sini yang dibutuhkan itu adalah pakaian, peralatan dapur, kemudian peralatan tidur yang dibutuhkan oleh masyarakat, kami juga dari Pemerintah Daerah (Pemda) kami ke sini membawa peralatan tidur, ada kasur, kemudian ada alat dapur, dan kita juga terus secara bertahap terus melakukan upaya-upaya bagaimana supaya bencana ini bisa kita tanggulangi,” ungkap dr. Helmi.

Wabup Garut mengimbau, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan penghijauan di hulu sungai untuk mengantisipasi banjir di kemudian hari.

“ Terkait dengan fasilitas, sarana prasarana ternyata penyebab banjir ini adalah memang barusan saya mendengar dari bapak kepala desa di hulu sungai sudah tidak ada tanaman keras, sudah mulai hilang diganti dengan tanaman tanaman sayuran ini juga kami menghimbau pertama yang dahulu untuk kembali melakukan penghijauan di hulu sungai palig tidak masyarakat beralih menanam kopi,” ucapnya.

Selain berkurangnya tanaman keras di hulu sungai, lanjut dr. Helmi, adanya pohon yang melintang membuat air sungai meluap ke pemukiman warga.

“Kami menerima laporan juga dari BPBD bahwa ada pohon yang melintang di bawah jembatan sehingga air meluap ke perkampungan, kita konsultasikan dengan ahli bagaimana caranya agar ini tidak terjadi lagi karena ini pun ini baru pertama, ya sebelum – sebelumnya saya tadi tanya bahwa disini baru pertama terjadi banjir,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini ia juga mengapreasiasi para relawan yang sudah membantu membersihkan rumah warga dari material bekas banjir.

“ Terima kasih untuk relawan yang membantu mengevakuasi barang maupun membersihkan rumah-rumah yang terkena banjir bandang tersebut.” pungkasnya.

Diketahui bersama bahwa banjir yang menerjang Desa Dangiang, Kecamatan Banjarwangi ini terjadi pada Senin sore (8/2), dengan adanya banjir ini diharapkan warga untuk tetap waspada di musim penghujan ini. (YG)

Editor : Indra R

BAGIKAN