Hingga Hari ini ODP di Kabupaten Garut Meningkat Dua Kali Lipat

150
Ket Foto : Jubir Informasi dan Kordinasi Covid – 19 kabupaten Garut Ricky R Darajat.

Koran-Fakta.Com (KF).- Kasus Orang Dalam Pemantauan ( ODP ) di kabupaten Garut saat ini mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dari hari kemarin. Hal itu tentunya menjadi ke khawatiran Pemerintah kabupaten Garut.

Seperti halnya yang dismapaikan Jubir Informasi dan Kordinasi Covid – 19 kabupaten Garut Ricky R Darajat, hari ini, Senin 30 Maret 2020, kasus ODP meningkat 2 kali lipat dari hari kemarin, hingga pukul 17.00 tercatat ada penambahan kasus ODP sebanyak 170 orang dan kasus PDP sebanyak 2 orang. Sehingga hari ini tercatat ada 768 kasus baik ODP maupun PDP.

“Kenaikan kasus ODP hari ini di picu oleh banyaknya para perantau yang kembali ke kabupaten Garut, tercatat dari informasi yang di dapat di Dinas Perhubungan, kedatangan para pemudik hampir 1.400 orang lebih” kata Ricky.

Sedangkan lanjut Ricky, secara komulatif sampai hari ini ditemukan sebanyak 751 kasus, dimana 42 ODP sudah dinyatakan selesai masa pemantauannya, 57 proses perawatan di rumah sakit dan puskesmas, dan 652 ODP dalam pemantauan Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

“Perkembangan hari ini untuk PDP terdapat 2 kasus PDP tambahan, yaitu
(Laki-laki 66 tahun, dan Perempuan Balita, 9 bulan). Kalau kemarin dilaporkan sebanyak 7 kasus yang masih diisolasi, dengan bertambahnya hari ini 2 kasus, maka total PDP yang masih dirawat sebanyak 9 orang. Atau kasus PDP secara keseluruhan sebanyak 17 kasus (8 kasus diantaranya sudah dipulangkan)” terangnya.

Sementara itu, Bupati Garut H Rudy Gunawan, mengatakan, gelombang pemudik akan terjadi di saat menjelang hari pertama bulan Ramadhan, pihaknya memperkirakan 50 ribu warga Garut yang ada di luar kota akan kembali pulang ke kampungnya.

“ Untuk mensiasati hal ini, Pemkab Garut akan segera mengambil langkah – langkah kongkrit guna mengantisipasi hal ini, tadi dari hasil rapat dengan DPRD, kami berencana akan mengalihkan beberapa kegiatan yang nanti anggarannya akan kita gunakan untuk penanganan pencegahan penyebaran virus Corona di kabupaten Garut” kata Bupati Garut.

Salah satu jalan yang akan di tempuh Pemkab Garut, imbuhnya, adalah pengalihan anggaran Alokasi Dana Desa ( ADD ) bagi kegiatan gotong royong di RW – RW, kami memiliki anggaran RP. 10 juta / RW yang tadinya akan digunakan pembangunan fisik di tiap RW kemungkinan akan dialihkan kepada bantuan Jaminan Hidup ( Jadup ) bagi mereka yang keluarganya bekerja di luar Garut misalnya Anak, Bapak atau tulang punggung keluarganya asal tidak pulang ke Garut.

“Kita ada anggaran hampir Rp 40 Milyar yang diperuntukan untuk diberikan kepada setiap RW se kabupaten Garut dengan nilai Rp 10 juta/ RW yang rencananya akan digunakan pembangunan fisik, namun akan kita alihkan sekitar Rp. 24 Milyar untuk memberikan bantuan hidup kepada mereka yang keluarganya berada di perantauan, mekanismenya seperti apa nanti dikordinasikan lagi” ucap Bupati.

Sehingga sambungnya, untuk para perantau yang berkeinginan pulang ke kampung bisa ditangguhkan demi keselamatan dan kesehatan keluarganya, tidak perlu pulang tetap di sana karena keluarganya akan kita jamin.

“Kalau sayang keluarganya di kampung, lebih baik tetap di sana sampai kejadian ini sudah dinyatakan aman, jangan sampai pulang ke kampung tetapi malah membawa sakit kepada keluarganya” harap Bupati Rudy Gunawan. (DS)

Editor : Indra R

BAGIKAN