Hingga Ke Pelosok Daerah, PANNA dan Sat Narkoba Polres Garut Berikan Penyuluhan Guna Memerangi Narkoba.

60
Saat foto bersama Panna bersama Satnarkoba Polres Garut. (Foto istimewa)

GARUT, (KF).- Maraknya peredaran narkoba bukan hanya diwilayah perkotaan saja, akan tetapi peredaran narkoba kini mulai masuk ke pelosok atau daerah-daerah terpencil. Berangkat dari hal itu Pengurus Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut bersama Sat Narkoba Polres Garut terus memberikan penyuluhan bahaya narkoba hingga ke daerah terpencil, Rabu (10/10) Siang.

Daerah yang menjadi sasaran penyuluhan adalah SD Cikarang I hingga IV, MI/MTs/MA Al-Fazhar di Desa Cikarang dan SD/SMP/SMA Satu Atap Cisewu. Untuk bisa sampai di daerah itu, pengurus penggiat narkoba harus melalui medan yang cukup terjal.

Hampir sebanyak 1000 pelajar tingkat diberi penyuluhan mengenai dampak, sanksi, serta bahaya penyalahgunaan narkoba oleh KBO Sat Narkoba Polres Garut, Iptu Patri Arsono SH. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Serba Guna Desa Cikarang, dan Aula sekolah.

KBO Sat Narkoba mengajak seluruh kalangan masyarakat dan pelajar untuk memerangi peredaran narkoba dan seluruh instansi merapatkan barisan, bersama-sama memerangi peredaran narkoba. Bahkan menurutnya, peredaran narkoba bukan lagi hal luar biasa. Narkoba beredar tidak hanya di kota-kota, tapi sudah sampai ke kampung-kampung.

“Rapatkan barisan, sama-sama tanggalkan ego sektoral. Mari menjadi satu tim yang kuat untuk memberantas narkoba ini. Sudah saatnya setiap tokoh terus menerus mensosialisasikan bahaya narkoba di kelompok atau komunitasnya,” ujar Tri.

Menurut Ketua DPD PANNA Kabupaten Garut, Igie N Rukmana, tujuan dari sosialisasi kali ini ialah agar para pelajar mengerti tentang bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikiotrapika dan Zat Adiktif (Napza). Selain di Kecamatan Cisewu, imbuh Igie, pihaknya akan terus gencar memberikan penyuluhan ke daerah-daerah terpencil lainnya yang ada di Kabupaten Garut.

“Salut dengan anak-anak yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Hal ini selain mensosialisasikan visi Kabupaten Garut Maju dan Bertaqwa, Program Baznas Kabupaten Garut melalui Garut Taqwa, juga merupakan program dari Yayasan Amartha. Saya juga berharap generasi muda di daerah ini bebas dari penyalahgunaan bahaya narkoba,” kata Igie.

Igie melanjutkan, disamping memerangi peredaran narkoba, saat ini Pemerintah Kabupaten Garut dan Dinas Pendidikan akan mendeklarasikan penolakan terhadap aktivitas Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT). Aksi ini buntut dari kemunculan grup Facebook komunitas gay yang anggotanya diduga pelajar SMP dan SMA.

Sementara Sekretaris Jendral DPP PANNA Pusat, Trisnawidhya Wiratma, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Garut dan Sat Narkoba Polres Garut yang dimana telah memberikan dukungan total kepada penggiat narkoba yang digawangi oleh pengurus PANNA Garut.

“Saya apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada bapak Wakil Bupati Garut, Ketua Baznas Garut dan Kepala Dinas Kominfo Garut, yang telah mendukung penyuluhan bahaya anti narkoba oleh pengurus PANNA. Ini sangat luar biasa, kegiatan memerangi Narkoba menjadi perhatian khsusus Pemerintah Kabupaten Garut,” ujar Sekjen PANNA Pusat, Trisnawidhya Wiratma.

Sosialisasi mengambil tema “Generasi Hebat Tanpa Narkoba”. Adapun narasumber sosialisasi yakni KBO Sat Narkoba Polres Garut dan Pengurus DPD PANNA Garut dan DPP PANNA Pusat. Hadir dalam kegiatan tersebut, Forkopim Kecamatan Cisewu, pengurus PANNA DPP Pusat dan DPW Provinsi Jawa Barat, Kepala beserta staff Desa Cikarang, Karang Taruna, FKPM, Kepala Sekolah dan Guru, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan ratusan pelajar. (***)

Editor : Indra R

BAGIKAN