Hj.Nina Supriatin : “Angka Keterwakilan Perempuan di DPRD diprediksi meningkat”

127

KAB. TASIKMALAYA,(KF)- Memasuki akhir Tahun 2018, diskusi mengenai pemilihan umum (pemilu) Indonesia yang digelar tahun depan mulai mengemuka. Selain isu calon presiden, tak kalah penting adalah calon-calon legislator yang akan menjadi representasi rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat, dan keterwakilan perempuan dalam lembaga tersebut.

“Keterwakilan perempuan di lembaga legislatif tidak hanya penting dari aspek perimbangan antara laki-laki dan perempuan. Populasi Indonesia separuhnya berjenis kelamin perempuan. Namun lebih dari itu, kehadiran anggota parlemen perempuan diharapkan bisa menjamin kepentingan kaum perempuan menjadi salah satu prioritas kebijakan, di antaranya terkait dengan isu pengentasan kemiskinan, pemerataan pendidikan, dan layanan kesehatan”, ungkap Hj.Nina Supriatin SE kepada Jurnalis koran-fakta.com di ruang komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (24/8/2018) pagi tadi.

Menurut Anggota DPRD dari fraksi Partai Golkar itu, Angka keterwakilan perempuan di DPRD diprediksi pada Pileg 2019 akan  menunjukkan peningkatan. Hal ini terbukti dari masing masing parpol kontestan pemilu 2019, jumlah caleg perempuan yang mendaftar mengalami peningkatan yang signifikan.

Selepas rezim Orde Baru, masih kata Nina,  berbagai reformasi hukum terkait dengan pemilu legislatif mengenalkan sistem kuota gender yang bertujuan membuka peluang lebih besar bagi perempuan untuk terpilih.

“Namun demikian melihat pengalaman tiga siklus pemilu yakni 2004, 2009, dan 2014, kuota gender yang mewajibkan partai untuk menempatkan perempuan sedikitnya 30 persen di daftar calon tetap (DCT) belum mendongkrak keterpilihan perempuan secara signifikan,” pungkas Nina, yang kini mencalonkan kembali Sebagai Caleg 2019-2024 dari partai Golkar dapil IV (Cineam, Manonjaya, Karangjaya, Gunung Tanjung, Jatiwaras, Salopa).

Jurnalis : Tono Efendi
Editor : J Wan