Hotel Dan Restoran Di Garut Harus Disertifikasi Agar Mampu Bersaing

38

Wartawan: Jay AS

GARUT, (KF), – Tikus dan kecoa merupakan binatang yang menjijikan bagi kebanyakan orang. Dua jenis binatang ini habitatnya identik di tempat kotor, namun bisa hidup dimana saja sebagai hama perusak dan menjijikan. Baik di permukiman, hotel dan rumah makan sebagai. Sebagai upaya peningkatan kualitas managenent pengendalian Hama Permukiman (Urban Pest Control) lingkungan hotel dan restoran, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut menjalin kerjasama dengan Solusi Pest Control. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal PHRI Kabupaten Garut Tanto S Reza, saat ditemui di Rumah Makan Asep Stroberi Cimaragas, Kamis (7/12).

Menurut Tanto, kerjasama yang dilakukan merupakan upaya optimalisasi sistem pelayanan berbasis management, pengetahuan dan sertifikasi terhadap kelaikan operasional pengelolaan usaha hotel, restoran, rumah makan dan kafe, sebagai perwujudan upaya implementasi Undang-Undang Pariwisata, yakni Peraturan Pemerintah tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional, Permenkes nomor 80/MENKES/PER/II/1990 tentang persyaratan kesehatan hotel dan Kepmenkes nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 tentang persyaratan hygiene sanitasi rumah makan dan restoran. Yang bertolak kepada tercapainya standar pelayanan dalam aspek mutu produk, pelayanan dan pengelolaan lingkungan, bangunan hotel, kamar, ruang serta fasilitas sanitasi.

“Kerjasama dengan Solusi Pest Control ini dilakukan dari mulai survei, kajian hingga tindakan (dalam management penanganan hama permukiman di lingkungan hotel dan restoran, red). Sehingga hotel, restoran dan kafe yang mengikuti program ini, bisa terhindar dari adanya hama, seperti kecoa, tikus, dan rayap yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia dan pengunjung konsumen. Kta harus jaga bersama agar terhindar dari gangguan tersebut,” kata Tanto.

Pihaknya menargetkan, semua hotel dan restoran yang tergabung dalam PHRI harus tersertifikasi, yang mengacu pada standar kelayakan yang disyaratkan.

Tanto menambahkan, dalam konteks standarisasi ini pihaknya berharap ada peranan Pemerintah melalui pajak yang diberikan setiap hotel dan restoran di Garut kepada Pemda setiap bulan atau tahunnya. Hal ini kata Tanto, mengingat adanya suatu keterbatasan dari para pengusaha.

“Karena Bagaimana pun kami juga sebagai representasi pengusaha yang membayar pajak terhadap pemerintah setiap bulan atau tahunnya. Dari pajak itulah mari kita bersama sama membangun layanan bersama untuk membangun dan mengembangkan layanan ini untuk memberi kontribusi PAD Garut dan membangun sektor pariwisata kembali. Apalagi efek dari adanya MEA tahun 2018 nanti, hotel restoran kita akan terbuka bersaing dengan pengusaha-pengusaha yang lain. Wisatawan dan konsumen akan terpengaruh oleh standar dan servis yang ada. Makanya sekarang ada beberapa sertifikasi yang harus dipenuhi hotel restoran baik sertifikasi fisiknya, servisnya maupun unit-unit departemen yang ada,” pungkasnya.

Solusi Pest Control dinilai efektif sebagai pengendali gangguan hama di lingkungan hotel dan restoran. Sejalan dengan upaya pemenuhan standarisasi dan sertifikasi hotel dan restoran, layanan dari Solusi Pest Control bisa mendukung dalam meningkatkan kualitas layanan hotel dan restoran sesuai standar pelayanan dalam aspek mutu produk, pelayanan dan pengelolaan lingkungan, bangunan hotel, kamar, ruang serta fasilitas sanitasi sebagaimana diatur dalam regulasi perundang-undangan.

Dimana menurut Trisnowati Budi selaku ahli Biologi di Universitas Jendral Sudirman yang turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, mengatakan, berdasarkan penelitian yang dilakukan, Solusi Pest Control bisa mengcounter lingkungan hotel dan restoran dari gangguan hama permukiman tanpa mengganggu keamanan, kenyamanan pengunjung. Tanpa mengganggu estetika di lingkungan hotel ataupun restoran.

Editor: Van’s

BAGIKAN