HPN Ditunjuk Agar Mengejar Ketertinggalan Demi Pemberdayaan.

43
Ket foto: Ketua umum DPP HPN (tengah) beserta ketua PC HPN Garut (kanan) beserta ketua Konferensi (Kiri) Saatggelar Jumpa Pers. (Foto oleh : Indra R)

GARUT, (KF).-Tujuan Berdirinya Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) tentunya untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dari para pengusaha yang tergabung dalam wadah HPN, hal tersebut diungkapkan Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Ir. H. Abdul Kholiq. Saat menggelar jumpa pers di Ballroom Kasitti, Fave Hotel, Jl.Cumanuk, Kecamatatan Tarogong kidul kabupaten Garut, Sabtu (15/9/2018) siang.

” Scara statistik indeks kesenjangan ekonomi itu no 4 didunia, setelah Syuriah, India, Cina. Sering kita dengar kekayaan satu orang Indonesia sama dengan 100 juta kekayaan penduduk Indonesian, nah dalam hal ini yang 100 juta itu kebanyakan orang Nahdliyin (NU) karena orang nahdliyin itu banyak bergerak di ekonomi menengah-bawah dan itu dilihat dari segi statistik,” katanya.

Lanjut disampaikan ketua umum HPN, bagaimana kita mengejar atau membantu pemerintah. Karena bagaimanapun kesenjangan ini merupakan bahaya laten.

“Banyak sekali kerusuhan, karena faktor kecemburuan ekonomi. Nah peran HPN ini ditunjuk agar supaya mengejar ketertinggalan demi pemberdayaan. Sesuai dengan konsep NU dalam pemberdayaan ekonominya tidak mengecam yang besar, tapi kita mengejar mereka agar menjadi partner baik itu dengan konglomerat atau pengusaha besar kita bersinergi, dan meminta agar mereka menyadari bahwa kalau dibiarkan, kesenjangan ekonomi ini bisa menjadi bahaya laten,” Jelasnya.

Ket Foto : Pimpinan cabang Himpunan Pengusaha Nahdliyin kabupaten Garut foto bersama ketua umum DPP HPN, Ir. H. Abdul Kholiq, serta Ketua Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Drs. H. Asep Syaripudin. M.Si, (Foto oleh : Indra R)

Disampaikan lebih jauh lagi, Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) sudah bersinergi dengan pemerintah, bahkan beberapa program nasional sudah dikerjasamakan dengan Pemerintah, yang mana diantaranya seperti kredit ultra mikro yang sudah dikerjasamakan 1,5 triliun. Dengan harapan kita bisa memberikan rumah murah kepada masyarakat dengan bunga yang tidak memberatkan.

“Oleh karena itu kita dengan PBNU sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Mentri keuangan untuk menyalurkan 1,5 triliun dengan target di sekitaran 10%, dan saat ini kita sedang menyusun program-program,” ucapnya.

Pihaknya berpesan kepada kepengurusan PC HPN Kabupaten Garut yang saat ini baru melaksanakan Konfrensi Cabang ke-1 bahwasanya HPN ini bukan sekedar organisasi, biasa akan tetapi memang betul-betul organisasi yang kita niatkan sebagai amal ibadah.

“Jadi tidak sekedar usaha dalam konteks duniawi saja, tapi ini juga pemberdayaan. Oleh karena itu konsep saling memberi saling memberdayakan dan mengingatkan itu sangat kita kuatkan, sehingga itulah perbedaan yang ingin kita tonjolkan,” Ungkapnya.

Laporan : Indra R

Editor : Van’s

BAGIKAN