IKNB-Otoritas Jasa Keuangan Peduli, Adakan Bakti Sosial di Lokasi Bencana

209
IKNB-Otoritas Jasa Keuangan Peduli, Adakan Bakti Sosial di Lokasi Bencana

GARUT (KF) – Banjir Bandang yang terjadi beberapa waktu kebelakang, membuat banyak kalangan masyarakat yang tergugah hatinya untuk memberikan bantuan atau pun kegiatan sosial. Kali ini, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengadakan Bakti Sosial bagi korban bencana yang menimpa wilayah kabupaten Garut. Bakti Sosial tersebut dititik beratkan pada sekolah yang terkena dampak akibat amukan sungai Cimanuk tersebut. Salah satu sekolah yang ditunjuk yakni SMP-SMA PGRI yang berlokasi di wilayah KeluraIKNB-Otoritas Jasa Keuangan Peduli, Adakan Bakti Sosial di Lokasi Bencanahan Haurpanggung, Kecamatan Tarogong kidul, Jl Guntur Melati, Sabtu (01/10/2016) siang.
“Ini salah satu bentuk kepedulian dari IKNB, khusunya Perasuransian terhadap musibah yang terjadi di Kabupaten Garut,” ucap Dewan Komisioner OJK DR, Firdaus Djaelani pada sejumlah wartawan di lokasi bencana.
Firdaus pun menyebutkan, pihaknya dari OJK menghimbau pada teman-teman agar kita bisa peduli terhadap saudara-saudara kita yang kini tengah dilanda musibah. “Mungkin ini tidak seberapa, tapi mudah-mudahan bermanfaat. Rencana kami, bantuan tersebut berupa sarana penunjang pendidikan seperti komputer, printer, peralatan buku, karpet dan lainnya, termasuk juga bantuan uang tunai dan nanti pun kita akan bantu lagi untuk sarana seperti bangku atau alat sekolah lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, IKNB-Otoritas Jasa Keuangan juga mendapatkan apresiasi tinggi dan ucapan terimakasih dari Bupati Garut, H Rudy Gunawan, yang sekaligus menerima langsung simbolis bantuan tersebut.
Dikatannya, untuk masalah dana rekonstruksi, anggaran yang paling banyak akan bersumber dari APBN, diantaranya pembangunan rumah Rusunawa dan merekonstruksi Sungai Cimanuk. “Tentunya anggaran milyaran dan itu bukan kewenangan kami. Untuk hal yang lainnya seperti kesehatan, rumah sakit dan sekolah akan dilakukan dengan tiga anggaran, yakni dari kementrian provinsi dan kabupaten. Kita sedang menghitung, tetapi sekarang ini pemerintah kabupaten akan membangun 20 lokal ruang kelas baru dalam masa rekonstruksi dan rehabilitasi,” katanya. (Indra R)