Iman Alirahman Silaturahim Dengan Jamaah PBB

317
Ket photo: Bakal Calon Bupati Garut, H.Iman Alirahman saat bersilaturahmi dengan jemaah PBB

GARUT,(KF).- JELANG Pemilihan kepala Daerah isu sara yang ditudingkan kepada mantan Sekertaris Daerah Kabupaten Garut, Iman Alirahman kembali menyeruak.

Terlebih bergabunya Partai Bulan Bintang (PBB) ke dalam koalisi Golkar dan PDIP yang mengusung Iman Alirahman berpasangan dengan Dedi Hasan Bahtiar. Hal tersebut setidaknya membuat repot Ketua PBB, Ustad Hudan, karena harus blusukan untuk meyakinkan kader dan simpatisan, serta jamaahnya.

” Jadi setiap kali kami datang ke tiap daerah selalu itu saja yang ditanyakan. Masyarakat, tokoh, ulama, para jamaah ingin mendapatkan kejelasan, untuk meninggalkan yang ragu, menuju yang tidak ragu. Karena ini masalahnya aqidah, jamaah PBB tidak lepas dari aqidah dalam memilih pemimpin itu,” tutur Hudan, usai acara Silaturahmi, ulama dan jamaah PBB, yang berlangsung di Gedung LEC, Jalan Guntur, Kamis (01/02/2018).

Acara yang menghadirkan mantan Sekda Garut, dan dihadiri ratusan jamaah PBB tersebut, jelas hudan, dalam rangka tabayun mengenai isu yang berkembang terkait aqidah Iman Alirahman.

” Barusan responnya sangat baik, mereka menerima, memahami dan siap pasang badan untuk memenangkan Iman Alirahman, ” tandasnya.

Sementara Iman Alirahman, menyebut, isu sara sengaja digelindingkan sebagai kampanye hitam yang ditujukan kepada dirinya.

“Isu sara aliran Ahmadiyah saat ini sudah terlihat digelindingkan. Namun, bagi saya hal tersebut sebuah proses dalam politik, terlebih saat ini Pilkada akan dilaksanakan. Saya tegaskan, kalau Iman Alirahman bukan Ahmadiyah, melainkan beragama Islam, Syahadat saya sama, sembahyang saya sama, haji saya sama ke mekah, Sholat Jum’at bahkan pernah bareng dengan rekan-rekan wartawan juga,” kata Iman.

Iman menegaskan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut sudah mengeluarkan Fatwa yang menyatakan dirinya bukan penganut aliran Ahmadiyah yang selama ini sudah dituduhkan.

Selain MUI sudah mengeluarkan Fatwa, Iman, mengatakan, sejak tahun 2010 lalu, dirinya sudah terdaftar sebagai anggota NU. Bahkan, memiliki KTA NU Kabupaten Garut.

Dirinya mengaku telah melakukan klarifikasi dengan para ulama yang meminta tabayyun terhadapnya. Apabila masih ada yang menudingkan isu sara tersebut nantinya, maka tidak menutup kemungkinan kedepan pihaknya akan menempuh jalur hukum. (Jay).

BAGIKAN