Ingin Perjuangkan Hak Perempuan, Pengusaha Kuliner ini Maju Jadi Caleg

46

KOTA TASIKMALAYA, (KF).– Bisnis itu tak semata mencari bekal untuk kehidupan di dunia saja, namun juga bisa menjadi jembatan untuk bekal akherat kelak.

“Layani dulu pelanggan dengan baik adalah harga mati. Soal rezeki, semua sudah diatur oleh Allah SWT, karena membuat orang senang dan puas adalah pahala,” Tutur Nova Ryanthi,  pengusaha kuliner yang kini maju dalam bursa Caleg dari Partai Perindo Nomor Urut 1 Dapil 4 (Kawalu- Mangkubumi).

Kepada koran-fakta.com dirumahnya Perum Sambongpari Kawalu, Jumat (5/10/2018) sore tadi,  dirinya mengakui, dalam prinsip bisnisnya, wanita berparas cantik ini beranggpan, tidak semuanya bisnis itu muaranya hanya mencari keuntungan semata. Namun bagaimana supaya dari berbisnis itu, ada pahala yang bisa kita raih, Tutur mantan Pegawai BRI yang kini terjun ke dunia politik.

Malang melintang di usaha kuliner yang dirintisnya mulai dari nol sejak puluhan tahun lalu, hingga kini usaha kulinernya tak pernah redup, meski semakin banyak bermunculan usaha kuliner lainnya. 

Sibuk mengurus usaha kuliner dan meski jarang istirahat karena pesanan makanan terus saja ada, tak membuat Nova melupakan lingkungan dan sosial kemasyarakatannya.

Dari kegesitan perempuan yang suka membantu sesama ini, sejumlah partai politik pun pernah mengajaknya bergabung untuk menjadi calon politisi di DPRD Kota Tasikmalaya Periode 2019-2024. Namun kala itu, belum terpikir olehnya untuk menjadi anggota dewan. Ia masih fokus menjalankan usaha kuliner nya.

‘’Dulu saya memang sempat terpikir untuk menerima pinangan parpol untuk menjadi caleg, tapi waktu itu saya belum begitu siap. Setelah saya pikirkan lebih matang, kalaupun akan jadi caleg, nanti setelah umur saya 40-an. Makanya saat ini ketika ada beberapa parpol yang mengajak saya menjadi caleg, saya bersedia. Apalagi peluang perempuan untuk duduk di legislatif cukup besar,’’ ujar wanita yang pernah kuliah di Universitas Siliwangi Tasikmalaya jurusan Fakultas Ekonomi.

Dan setelah menimbang-nimbang, pilihannya jatuh ke Partai Perindo sebagai perahunya untuk melaju menjadi caleg di DPRD Kota Tasikmalaya. Tak banyak yang diungkapkannya kenapa ia memilih Partai Baru. Namun katanya ia senang saja bergabung dengan Partai Prindo. “Soal peluang saya duduk nantinya dengan perahu Perindo ini, saya serahkan saja pada Allah SWT. Yang jelas saya memang berangan-angan pada usia 40 tahun ke atas saya bisa duduk menjadi anggota DPRD. Bukan sekadar mencari popularitas. Tapi jika saya diizinkan Allah menjadi angggota dewan, saya ingin memperjuangkan apa-apa yang diinginkan masyarakat, yang mungkin selama ini belum terwujudkan, apalagi bagi kaum perempuan,” pungkasnya alumni SMA Negeri 4 Tasikmalaya Tahun 1992.

Laporan : Tono Efendi

Editor. : J Wan