Ini Kata Kantor Pos Garut, Terkait Carut-marutnya Pengiriman Dokumen Kependudukan dari Disdukcapil

107
Animasi e-KTP. (net)

Koran-Fakta.com (KF).- Kantor Pos Garut telah bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (disdukcapil) Kabupaten Garut, dalam hal mendistribusikan dokumen kependudukan yang diajukan secara online. Dalam pelaksanaannya kantor pos menempatkan agen pos di lokasi kantor disdukcapil, standby di sana untuk melakukan proses entry collecting, demikian dikatakan kepala kantor pos Garut, Ade novel saat ditemui wartawan.

“ Karena yang dikirim oleh kantor pos adalah dokumen pribadi, rahasia dan harus diterima oleh yang bersangkutan, maka dokumen tersebut oleh petugas kami tidak boleh dititipkan, jika tidak ditemukan alamat pemiliknya maka harus disimpan kembali di kantor pos,, itu SOPnya, jika ditemukan pelanggaran, pegawai bisa ditegur, dibina, hingga dipecat,” jelas Ade.

Namun dalam perjalanan kerjasama dengan disdukcapil ini, kantor Pos menemukan beberapa kasus, seperti alamat tidak dapat dicari, pemiliknya tidak ada di tempat, dll. Maka dokumen tersebut oleh petugas dibawa kembali ke kantor pos.

“ Ada kasus alamatnya tidak lengkap misalnya, kan disitu tidak ada nomor telepon yang bisa dihubungi, makanya dokumen tersebut kami Bawa kembali ke kantor pos. Di dokumen kan hanya alamat rumah dan nama orang, makanya karena hal ini, kemudian kami berencana melakukan rapat kembali dengan disdukcapil,” tutur Ade.

Ade menambahkan, kalau kiriman biasa, bisa saja dititipkan ke tetangga, ke RT RW atau ke kelurahan, namun karena ini dokumen pribadi, maka tidak bisa dititipkan.

“Makanya kemudian jika dokumen kependudukan tersebut belum juga sampai ke rumah masyarakat boleh menanyakan ke kantor pos dengan membawa resi Pos, namun masalahnya hingga saat ini di aplikasi pasti oke ini belum tertera resi posnya, disitu hanya tertulis KTP telah diantar oleh PT Pos saja,” jelas Ade.

Ade menambahkan,ada juga kasus, pada sistem online di situ tertulis telah dikirim oleh PT Pos, namun kenyataannya data dokumen tersebut belum PT. Pos terima.

“ Namun kami di PT Pos bekerja semaksimal mungkin, agar kiriman dari dinas kependudukan dan capil ini sampai ke alamat penerima,” ujar Ade.

Ade menuturkan, sistem di disdukcapil dan sistem kantor pos ini belum ada yang menyambungkan, masing-masing baru berjalan sendiri-sendiri.

“ Ini kedepannya perbaikan buat kami juga, agar sistem disdukcapil ini bisa menyambung dengan kantor pos. Bagaimana nomor resi id pengiriman itu bisa masuk ke sistem disdukcapil, sehingga orang bisa memantau proses pengirimannya,” pungkas Ade.
(Ys / Indra R )

Editor : Van’s

BAGIKAN