Ini UMK Garut Tahun 2019

975

GARUT, (KF) – Provinsi Jawa Barat telah menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2019. Dalam surat keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat (Jabar), Nomor : 561/kep 1220 – yanbangsos /2018. 27 kabupaten/kota menetapkan upah minimumnya.

Upah Minimum Kabupaten (UMK) provinsi ini mengacu pada kebijakan Pemerintah Pusat, besaran UMK tahun 2019 dipastikan mengalami kenaikan.

“Soal kenaikan UMK ini sudah beberapa kali dilakukan pembahasan oleh Dewan Pengupahan yang terdiri dari Dinas, Apindo, serikat buruh, akademisi. Sekarang masih proses, belum diputuskan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Tedi, kepada awak media saat ditemui di Kantornya.

Sebelumnya, Pemerintah pusat melalui Kementerian Tenaga Kerja telah mengumumkan bahwa Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kota (UMK) naik 8,03%. 

Tedi menjelaskan, Indikator naiknya UMP dan UMK berdasarkan inflasi nasional sebesar 2,88% dan pertumbuhan ekonomi nasional (Pertumbuhan PDB) sebesar 5,15%.

“Jika mengacu inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional, maka UMK Garut menjadi Rp 1.807.285 dari sebelumnya Rp 1.672.947, ” katanya.

Lanjutnya, penetapan UMK Garut per tahun 2019 dilakukan pada 21 November 2018 oleh Gubernur Jawa Barat.

“Setelah penetapan kita akan sosialisasikan kepada para pengusaha, per 1 Januari berlaku UMK baru,” terang Tedi.

Ia menambahkan, tidak bisa dipungkiri bahwa sejumlah perusahaan di Garut masih ada yang mengupah pekerja tidak tetapnya di bawah UMK.

“Ada yang dibayar di bawah UMK Garut, seperti di toko-toko itu kerjanya kerja musiman bukan kerja tetap , kalau pekerja tetap itu harus dibayar UMK. Kan masa pelatihan kerja 3 bulan setelah kerja disana, jadi kebanyakan sudah 2 bulan keluar. Kalau pabrik juga sama ada yang tidak tetap (pekerja lepas, red) kalau pekerja tetap kan dibayar UMK, Aada juga yang lebih,” pungkasnya.**

Laporan : J Gunawan

Editor. : Van’s

BAGIKAN