Ini Yang Dilakukan DPC PDI Perjuangan Garut, Setelah Mengambil Langkah Konfirmasi.

68
Ket foto: Wakil Ketua DPC PDI Perjuagan, Yudha Puja Turnawan ketika diwawancara di Mapolres Garut.

Jurnalis : Ph

GARUT, (KF).-Setelah mengadakan pertemuan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bertempat di Aula Gedung KPU Jl.Suherman no 147 Garut, guna mengklarifikasi tentang anggota Pengawas Pemilihan Kecamatan (PPK) pameungpeuk atas nama RH yang diduga menyebarkan berita Hoax di Media Sosial Face Book dengan nama akun Hen Hadian Hadi dan menyudutkan salah satu Partai Peserta Pemilu 2018.

Setelah didapat data yang akurat selanjutnya Pimpinan dan anggota DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut
Beragkat ke Kantor Kepolisian Resort (Polres) Garut guna mengadukan hal tersebut .

Bertindak sebagai pelapor dari PDIP yaitu Ketua DPC PDIP Kabupaten Garut Lina Rohayati yang didampingi Para petinggi dan anggota PDIP menghadap Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Garut dan diterima Kasat Reskrim AKP.Hairulah
Kemudian Setelah memaparkan maksud dan tujuannya ,Lina memberikan keterangan dan bukti-bukti sebagai bahan pengaduan,

“Kami atas nama PDI Perjuangan datang ke Mapolres Garut dengan maksud untuk mengadukan salah seorang anggota PPK Pameungpeuk yang berinisial RH. yang telah menyudutkan PDI Perjuangan dengan menampilkan gambar yang sangat provokatip dan cenderung memberikan kesan seolah-olah PDIP anti islam, ini yang kami sangat sesalkan” paparnya.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan ketika diwawancara di Mapolres Garut mengatakan bahwa perbuatan RH tersebut tentu saja sangat merugikan PDI Perjuangan.

“Sebagai umat muslim saya menyatakan bahwa PDIP itu 90 persen anggotanya adalah umat islam, termasuk saya, jadi tidak mungkin PDIP anti islam, dan ironisnya pembusukan nama PDIP itu dilakukan oleh petugas PPK yang seharusnya tidak memihak ataupun anti pada salah satu Partai Peserta Pemilu.” tandas Yudha.

Sebagai pelengkap persyaratan pengaduan maka DPC PDIP telah memberikan bukti-bukti yang kongkrit serta dapat dijadikan alat bukti untuk kepolisian melakukan penyidikan lebih lanjut.

Editor : Indra R

BAGIKAN