Inilah Data Covid -19 Terbaru, Tanggal 8 April 2020 di Kabupaten Garut

245

Koran-Fakta.com, (KF).- Pusat Informasi dan Koordinasi Covid -19 Kabupaten Garut merilis Perkembangan Kasus Covid-19 di Kabupaten Garut, Hari Rabu, 08 April 2020 s.d. Pukul 19.00 WIB,

Juru bicara covid-19 kabupaten Garut Ricky R Derajat dalam pres release menyampaikan Jumlah kasus Covid-19 Positif masih tetap 2 kasus, 1 laki-laki dan 1 perempuan.

” Sampai hari ini Pukul 19.00 WIB, Total kasus (OTG, ODP, PDP dan Konfirmasi +)
ada sebanyak 2.023 kasus, terdiri dari OTG 177 orang 26 Kasus OTG Baru ODP 1.815 kasus, 933 kasus masih pemantauan, 17 dalam perawatan, dan 865 selesai pemantauan. PDP 29 kasus 14 kasus sedang dalam perawatan dan 15 kasus selesai pengawasan dan dipulangkan dari RSUD dr. Slamet Garut, “tuturnya

Konfirmasi + 2 kasus terdiri 1 (KC-1) dalam perawatan di RSUD dr Slamet, 1 kasus (KC-2 Isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium ceck ulang hari ke-17 dan 18.

Dilaporkan hari ini ada 2 orang dengan dugaan ODP Perempuan 57 tahun dan Laki-laki 60 Tahun meninggal dunia, setelah ditelusuri data dari RSUD dr Slamet Garut keduanya memiliki riwayat penyakit penyerta berupa Stroke dan Gangguan Pernafasan Kronis. Jumlah ODP yang ditemukan hari ini, yaitu sebanyak 48 kasus, angka temuan ini merupakan angka terendah dalam 2 minggu terakhir.

” Diharapkan untuk beberapa hari ke depannya akan senantiasa terus menurun, dengan asumsi proses penularan Covid-19 di masyarakat sudah mulai berkurang dan social- physical distancing berhasil, ” Ujarnya

Jumlah ODP yang telah dilakukan rapid test sebanyak 670 orang dari total 1.240 ODP yang ada di Kabupaten Garut. Dari 670 ODP yang dilakukan rapid test, ditemukan sebanyak 4 ODP dengan hasil Positif, yaitu dari :

– Kecamatan Selaawi : Laki-laki 1 orang
– Kecamatan Tarogong Kaler : Perempuan 1 orang
– Kecamatan Cibalong : Perempuan 1 orang, dan
– Kecamatan Cikajang : Laki-laki 1 orang

Perlu disampaikan, lanjut Ricky bahwa hasil rapid test ini sifatnya belum bisa dipastikan 100% konfirmasi positif Covid-19, mengingat tingkat akurasi rapid test (sensitifitasnya) diantara 70-80%.

“Artinya hasil ini perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan swab sampel apus hidung atau tenggorokan untuk kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium di Bandung, dan hal ini memerlukan waktu 7 hari ke depan hasilnya, apakah positif atau negative Covid-19, ” Ungkapnya

Langkah dan strategi terhadap kasus ODP dengan hasil rapid test positif, yaitu :

– Melakukan pengambilan swab sampel pemeriksaan laboratorium sebagai langkah
konfirmasi atas temuan tersebut.

– Melakukan pengawasan ketat terhadap ODP yang terdeteksi positif rapid test untuk
isolasi di rumah sakit atau isolasi mandiri di rumahnya dengan pemantauan dari fasilitas kesehatan dan masyarakat setempat terutama dalam membatasi aktifitas kesehariannya

– Melakukan Tracing pada kontak erat dengan ODP tersebut, melalui pemeriksaan
rapid test. Hasilnya dari 4 ODP dengan hasil rapid test positif, diperoleh sebanyak 26 kasus OTG yang memiliki riwayat kontak ODP tersebut dan hasilnya menunjukkan semuanya NEGATIF: dan

– Memberikan komunikasi risiko berupa edukasi kepada ODP dan OTG tentang upaya pencegahan Covid-19 termasuk anjuran isolasi mandiri di rumah selama 14 hari ke depan.(*)

Sumber : Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut

Editor: J Gunawan

BAGIKAN