Isak Tangis Tak Terbendung, Saat Pemakaman Bayi Yang Diduga Di Bunuh Ibu Kandungnya Sendiri

510
Ket foto: Usai disolatkan almarhum Ismail (3 Bulan)

Wartawan: Indra R

GARUT, (KF).- Isak tangis tak terbendung saat prosesi pemakaman Ismail (3 Bulan), bayi Laki-laki asal kabupaten Garut, yang diduga dibunuh dengan cara di duduki selama satu jam, oleh ibu kandungnya sendiri, berinisial CC (27). Sebelumnya, jasad Ismail telah diotopsi oleh tim dokter forensik Polres Garut.

Usai disolatkan di masjid dekat rumahnya, jenazah Ismail dimakamkan di pemakaman umum Kampung Patrol, Desa Sindang Palay, Karangpawitan, Garut, Selasa (24/10/2017) petang.

Sang ayah, Enjang Suryaman (46) tak kuasa menahan kesedihan saat menyaksikan prosesi pemakaman anak keduanya tersebut. dirinya terlihat lemas sehingga harus di rangkul oleh sejumlah kerabatnya yang ikut menghadiri prosesi pemakaman.

” Sabar kang, Istighfar…istighfar,” ucap sejumlah keluarga kepada Endang dan anak pertamanya Jihan.

Selain keluarga dan warga sekitar, pemakaman itu juga dihadiri oleh jajaran Muspida Kecamatan Karangpawitan.

“Ya sudah, saya ikhlas menerimanya, semoga anak saya mendapat tempat terbaik di sisinya,” ungkap Enjang saat prosesi pemakaman berlangsung.

Ismail sendiri tewas setelah diduduki oleh ibu kandungnya CC (27) Senin (23/10) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Polisi menyebut Ismail tewas akibat sulit bernafas.

“Anak itu ditengkurapkan, di atasnya dikasih bantal kemudian anak itu diduduki oleh ibunya selama satu jam. Akhirnya korban meninggal karena sesak nafas. Korban mengeluarkan darah dari hidungnya,” ungkap Kapolres Garut AKBP Novri Turangga kepada wartawan di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Karangpawitan, hari ini.

Pelaku, yang tak lain ibu kandungnya sendiri diketahui langsung menyerahkan dirinya beberapa saat setelah membunuh anaknya ke Mapolsek Karangpawitan. Diketahui pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Garut, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Editor : Van

BAGIKAN