Jelang Aksi 212, PO Diimbau Batasi Armada 

146
Kepala Dinas Perhubungan Kab Garut, Wahyudijaya

KF,-Terkait gelombang aksi super damai jilid 3 ke Jakarta pada Jumat, 2 Desember nanti, seluruh Perusahaan Otobus diimbau agar tidak mengeluarkan seluruh kendaraannya sebagai armada yang digunakan dalam aksi damai ke Jakarta. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Wahyudijaya, kepada wartawan.

Imbauan tersebut dikeluarkan setelah adanya rapat koordinasi (Rakor) pihaknya bersama Komando daerah militer III/Siliwangi dan Kepolisian Daerah Jawa Barat diikuti para PO angkutan umum.

Menurut Wahyu, pengurangan jumlah bus diharapkan tidak memperparah kemacetan di Kota Jakarta saat aksi 212 pada Jum’at nanti. Imbauan dari Panglima Kodam III/Siliwangi tersebut, menurut Wahyu lebih dilihat dari aspek kondusifitas,

“Sebenarnya kalau tidak salah saya tanggap ada tolerasni juga disampaikan, misalnya ada pengusaha punya 100 Bis, sehingga tidak dikeluarkan semuanya. Jakarta kan punya macet,” katanya.

Pihaknya belum memiliki laporan terkait jumlah PO bus yang akan berangkat untuk mengantar aksi super damai jilid 3, terkait menuntut ditangkapnya Tersangka Ahok yang dinilai mayoritas umat muslim telah melecehkan agama islam.

Terkait ancaman sanksi Rp 1 Milyar bagi siapa saja PO yang nanti akan berangkat mengantar peserta aksi, pihaknya  mengaku tidak membahas hal itu saat Rapat Koordinasi beberapa waktu lalu.

“Kalau pak Kapolda lebih kepada orientsasi teknis karena disana juga ada kepentingan kepentingan lainnya, tapi pangdam lebih pada ya tolong dalam artian jaga keamanan, barangkali dengan akumulasi kendaraan di jakarta selain macet tapi juga rentan,” katanya.

Adapun sanksi, suatu hal wajar apabila pihak berwenang memeriksa dan menemukan pelanggaran seperti kelengkapan surat kendaraan, STNK habis, KIR habis, karena itu memang tidak boleh beroperasi.(Dra R/J Wan)

BAGIKAN